Kamis, 17 Juni 2021

Anak Buah Terciduk Operasi Tangkap Tangan, Gubernur Sulsel Dibawa Paksa KPK

MAKASSAR — Menyusul penangkapan sejumlah orang terdiri dari pengusaha, pejabat Dinas PUPR Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dan ajudan Gubernur Sulsel di satu rumah makan, aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menjemput Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, di rumah jabatannya, Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Nurdin yang sedang tertidur bersama istrinya dibawa paksa guna diminta keterangannya terkait dugaan transaksi suap miliaran Rupiah yang melibatkan ajudan dan anak buahnya di Dinas PUPR. Sampai Sabtu sore, Nurdin masih diperiksa penyidik di gedung KPK, Jakarta Selatan.

Penjemputan paksa oleh KPK ini tentu saja menjadi kabar yang menghebohkan bagi warga Sulawesi Selatan, mengingat sejauh ini Nurdin Abdullah tidak pernah terlibat dalam kasus yang berkaitan dengan korupsi maupun tindak pidana lainnya.

Berdasarkan informasi dari juru bicara KPK, Ali Fikri, pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di Makassar, Sulsel, terkait dugaan tindak pidana korupsi sepanjang Jumat (26/2) malam hingga Sabtu dinihari. Tim OTT ini bekerja atas Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Operasi tangkap tangan ini dilakukan di tempat berbeda dengan mengamankan lima orang lainnya beserta satu koper barang bukti yang diduga berisi uang dengan nominal satu miliar rupiah, yang diamankan di Rumah Makan Nelayan, Jl. Ali Malaka, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar.

Baca Juga :  Komandan Marinir dan Komando Armada TNI-AL Segera Dijabat Bintang Tiga

Lima orang yang diciduk ialah AS ( Kontraktor, 64 Thn), Nry (Sopir pribadi AS, 36 Thn), SB (Ajudan Gubernur Sulsel, 48 Thn),  ER (Sekdis PUPR Provinsi Sulsel) dan Ifd (Sopir dinas ER).

Meski begitu, Ali Fikri belum berani menyampaikan informasi lebih jauh terkait operasi ini. “Informasi lebih lengkap kasusnya belum bisa kami sampaikan. Tim masih bekerja dan nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua perkembangan kasus ini,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Liestiaty F Nurdin–istri orang nomor satu Sulawesi Selatan–itu mengaku, penjemputan suaminya oleh KPK hanya sekadar ingin dimintai keterangan saja, terkait dugaan oknum stafnya yang menerima sejumlah dana.

“Izin meluruskan, Bapak Gubernur dijemput di Rujab untuk diambil keterangannya, karena yang OTT di RM Nelayan adalah ajudan yang notabene dianggap paling dekat dengan beliau dan Pak Sekretaris PU. Bapak tidak di tempat saat OTT.”

“Untuk sahabat Dekra yang saya sayangi, do’akan bapak ya. Tadi pagi bapak didatangi KPK secara mendadak berkenaan dengan ada Staf bapak yang menerima dana. Bapak akan dimintai keterangan. Semoga Allah SWT memudahkan semuanya. Insyaa Allah,” ujar Lies. (***/Husni)

- Advertisement -

Latest news

Lebih Senior dan Dekat Dengan Presiden, Andika Perkasa Diyakini Jabat Panglima TNI

JAKARTA -- Beberapa hari terakhir ini, publik di tanah air diriuhkan dengan topik siapa figur Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto yanh...
Baca Juga :  Presiden Jokowi Warning, Bupati se-Indonesia Harus Fokus Gunakan Anggaran Kerja

Ada Apa PDIP dengan Ganjar Pranowo? Capres Tertinggi Popularitasnya Malah Diabaikan

JAKARTA -- Popularitas kader PDI Perjuangan yang menjabat Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, melesat tinggi dari hasil survei berbagai lembaga konsultan dan survei politik...

Kinerja Jaksa Agung Mentereng, 11 Pejabat Kejaksaan yang Nakal Langsung Dicopot

JAKARTA -- Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) selama dua tahun terakhir di bawah kepemimpinan Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin kian mentereng. Kinerjanya memberantas korupsi semakin...

Inggris Bersama Belanda dan Austria Petik Kemenangan Tipis di Penyisihan Euro 2020

LONDON -- Laga babak penyisihan grup Euro 2020 tadi malam, Minggu hingga Senin (14/6/2021) dini hari WIB, menyajikan tiga pertandingan. Di stadion Wembley, timnas Inggris...

Diciduk Polisi Narkoba, Anji Tersandung Kasus Kepemilikan Ganja

Kepolisian Resort (Polres) Metro Jakarta Barat memastikan musisi sekaligus penyanyi papan atas, AN, yang ditangkap polisi bawa ganja adalah Anji atau Erdian Aji Prihartanto. Anji...
- Advertisement -

Related news

Serap Aspirasi dan Komunikasi dengan Masyarakat, Bupati Bogor Gelar Boling

CIBINONG -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelar program Rebo Keliling (Boling) secara daring dan luring di Kecamatan Klapanunggal. Bupati Bogor Ade Yasin memastikan bahwa...

Dinkes Kesehatan Kabupaten Bogor Kerahkan 101 Puskesmas untuk Intens Lakukan 3T

CIBINONG - Guna mengantisipasi lonjakan kasus baru Covid-19 serta untuk mengoptimalkan penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor menginstruksikan 101 Puskesmas...

Bikin Berbagai Gebrakan, DPR RI Puji Kinerja Kapolri Listyo Sigit

JAKARTA -- Ketua Komisi III DPR RI Herman Hery menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selama beberapa bulan terakhir. Herman menyebut digitalisasi...

Usulkan ke Raja Malaysia Bentuk Dewan Nasional, Mahathir Tak Ambisi Lagi Jadi Perdana Menteri

KUALA LUMPUR -- Mantan Perdana Menteri Malaysia Dr Mahathir Mohamad buka suara menolak klaim yang menyebutnya mencoba kembali ke Putrajaya (kantor Perdana Menteri, Red) dengan...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here