Sabtu, 25 September 2021

Anak Buah Terciduk Operasi Tangkap Tangan, Gubernur Sulsel Dibawa Paksa KPK

MAKASSAR — Menyusul penangkapan sejumlah orang terdiri dari pengusaha, pejabat Dinas PUPR Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) dan ajudan Gubernur Sulsel di satu rumah makan, aparat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemudian menjemput Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, di rumah jabatannya, Sabtu (27/2/2021) dini hari.

Nurdin yang sedang tertidur bersama istrinya dibawa paksa guna diminta keterangannya terkait dugaan transaksi suap miliaran Rupiah yang melibatkan ajudan dan anak buahnya di Dinas PUPR. Sampai Sabtu sore, Nurdin masih diperiksa penyidik di gedung KPK, Jakarta Selatan.

Penjemputan paksa oleh KPK ini tentu saja menjadi kabar yang menghebohkan bagi warga Sulawesi Selatan, mengingat sejauh ini Nurdin Abdullah tidak pernah terlibat dalam kasus yang berkaitan dengan korupsi maupun tindak pidana lainnya.

Berdasarkan informasi dari juru bicara KPK, Ali Fikri, pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah orang di Makassar, Sulsel, terkait dugaan tindak pidana korupsi sepanjang Jumat (26/2) malam hingga Sabtu dinihari. Tim OTT ini bekerja atas Surat Perintah Penyelidikan No : Sprin.Lidik-98/01/10/2020.

Operasi tangkap tangan ini dilakukan di tempat berbeda dengan mengamankan lima orang lainnya beserta satu koper barang bukti yang diduga berisi uang dengan nominal satu miliar rupiah, yang diamankan di Rumah Makan Nelayan, Jl. Ali Malaka, Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar.

Baca Juga :  Pemkab Bogor Tak Alokasikan Biaya Perawatan Mobil Dinas yang Digunakan Mantan Bupati

Lima orang yang diciduk ialah AS ( Kontraktor, 64 Thn), Nry (Sopir pribadi AS, 36 Thn), SB (Ajudan Gubernur Sulsel, 48 Thn),  ER (Sekdis PUPR Provinsi Sulsel) dan Ifd (Sopir dinas ER).

Meski begitu, Ali Fikri belum berani menyampaikan informasi lebih jauh terkait operasi ini. “Informasi lebih lengkap kasusnya belum bisa kami sampaikan. Tim masih bekerja dan nanti akan kami sampaikan kepada rekan-rekan semua perkembangan kasus ini,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Liestiaty F Nurdin–istri orang nomor satu Sulawesi Selatan–itu mengaku, penjemputan suaminya oleh KPK hanya sekadar ingin dimintai keterangan saja, terkait dugaan oknum stafnya yang menerima sejumlah dana.

“Izin meluruskan, Bapak Gubernur dijemput di Rujab untuk diambil keterangannya, karena yang OTT di RM Nelayan adalah ajudan yang notabene dianggap paling dekat dengan beliau dan Pak Sekretaris PU. Bapak tidak di tempat saat OTT.”

“Untuk sahabat Dekra yang saya sayangi, do’akan bapak ya. Tadi pagi bapak didatangi KPK secara mendadak berkenaan dengan ada Staf bapak yang menerima dana. Bapak akan dimintai keterangan. Semoga Allah SWT memudahkan semuanya. Insyaa Allah,” ujar Lies. (***/Husni)

- Advertisement -

Latest news

Elite PDIP Ancam Berikan Sanksi, Relawan Ganjar Mengecam

BENGKULU -- Merebaknya kabar di media massa tentang DPP PDI Perjuangan akan memberikan sanksi kepada salah satu kader terbaiknya, Ganjar Pranowo, terkait isu sebagai...
Baca Juga :  Putri Sulung Gus Dur Prihatin Dengan Gejolak di PKB, Minta Sesepuh Ingatkan Muhaimin

Diduga Terima Suap Rp 250 Juta, KPK Jadikan Bupati Kolaka Timur Tersangka

JAKARTA - Terciduk dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dini hari (22/9/2021), Bupati Kolaka Timur Andi Merya Nur dan anak...

Telegram Kapolri Sebagai Bukti Komitmen Polri Semakin Humanis

JAKARTA -- Kebebasan berpendapat menyampaikan aspirasi merupakan hak dari semua orang, di mana seseorang bisa menyampaikan aspirasinya dengan bebas tanpa adanya batasan kecuali menyebarkan...

Ketua DPRD DKI Sebut Gubernur Anies Bertanggungjawab atas Kasus Lahan Munjul

JAKARTA -- Gubernur Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, Selasa siang (21/9/2021), memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPL) terkait...

Anak Buah Ketangkap Polisi Lalu Bernyanyi, Bandar Kecil Akhirnya Terciduk

SIMALUNGUN -- Pengakuan atau nyanyian pemuda pengangguran pecandu sabu, Adi Sahputra alias Adi (27), akhirnya menyeret sang bandar sabu, Saf alias Memet (30), warga...
- Advertisement -

Related news

Kesabaran Penyidik KPK Habis! Wakil Ketua DPR Dijemput Paksa

JAKARTA — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Azis Syamsuddin akhirnya benar-benar menjadi tersangka dan Jumat malam langsung dijemput ke rumah pribadinya...

Kasetukpa Polri Berangkatkan 44 Dokter ke ajang PON XX di Papua

SUKABUMI - Bertempat di lapangan Sutadi Ronodipuro-Sukabumi, Kepala Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lemdiklat Polri Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, memimpin apel keberangkatan Satgas Kesehatan...

Gubernur Al Haris Tegaskan Jambi Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

JAMBI – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris memberikan penegasan khusus bahwa Pemerintah Daerah dan jajaran beserta masyarakat Provinsi Jambi telah siap melaksanakan kegiatan...

Jelang Rakerda dan Harlah, Ketua PPWI Kabupaten Bogor Sambangi Mabes Polri.

JAKARTA – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) melakukan audiensi dengan Divisi Humas Mabes Polri, baru-baru ini. Asudiensi diterima oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here