Sabtu, 18 September 2021

Calon Panglima TNI Hanya Jendral Andika dan Laksamana Yudo, DPR Tunggu Surat Presiden

JAKARTA — Siapa sosok perwira tinggi (Pati) bintang empat yang ditunjuk sebagai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI masih menjadi tebak-tebakan alias belum pasti, walaupun dua kandidat sudah mengemuka di ranah publik, yakni Jendral Andika Perkasa dan Laksamana Yudo Margono.

Kedua figur tersebut dinilai berbagai pihak sebagai prajurit TNI terbaik yang layak memimpin institusi pertahanan dan keamanan negara ini. Andika saat ini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dan Yudo adalah Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL)

Beragam rumor dan spekulasi pun mencuat, ada yang menilai Andika sempit peluangnya karena satu tahun 4 bulan lagi pensiun, sementara Yudo pensiun 2,5 tahun lagi baru pensiun. Namun di sisi lain, Andika ialah Pati paling senior dari tiga kepala staf angkatan, sehingga paling layak jadi Panglima TNI.

Bahkan baru-baru ini muncul spekulasi paling sensasional, yaitu Panglima TNI dijabat Laksamana Yudo, sementara Andika diplot ke posisi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Pernyataan anggota Fraksi PDIP DPR RI Effendi Simbolon lebih menghebohkan, Panglima dijabat Andika dan gantinya Pangkostrad Letjen Dudung Abdurachman.

Namun semua itu masih bersifat andai-andai alias belum pasti. Namun jika melihat latar belakang Andika, Presiden Joko Widodo dipastikan akan lebih nyaman karena menantu Jendral Purn AM Hendropriyono itu karena pernah menjabat Komandan Paspampres yang setiap saat mendampingi kegiatan Presiden.

Baca Juga :  Rumah Sakit Pungut Biaya Pasien Covid Akan Ditindak

Sebagai informasi, mengacu pada aturan hukum pengangkatan Panglima TNI yang tertulis dalam Pasal 13 UU Nomor 34 Tahun 2004 TNI. Disebutkan, pengangkatan dan pemberhentian Panglima dilakukan berdasarkan kepentingan organisasi TNI.

Selain itu, jabatan Panglima TNI dapat dijabat secara bergantian oleh Perwira Tinggi aktif dari tiap-tiap Angkatan yang sedang atau pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan.

Ketentuan lainnya, untuk mengangkat Panglima sebagaimana dimaksud pada ayat (3), Presiden mengusulkan satu orang calon Panglima untuk mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat.

Terkait hal itu, Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid, Jokowi masih memiliki waktu untuk menimbang calon Panglima TNI hingga awal November 2021. Sebab, sesuai UU TNI nomor 34 tahun 2004, Hadi baru resmi memasuki masa pensiun pada hari terakhir di bulan kelahirannya.

Artinya, Hadi baru pensiun pada 30 November 2021 mendatang. “Jadi, ia dinyatakan pensiun bukan pada hari kelahirannya. Ini banyak informasi yang keliru,” ungkap Meutya dikutip dari akun Instagram @meutya_hafid pada Rabu (15/9/2021).

Mantan presenter Metro TV itu menambahkan Presiden Jokowi bisa mengirimkan surat berisi nama calon Panglima TNI pilihannya sebelum reses pada 7 Oktober – 10 Oktober 2021. “Atau di awal masa sidang berikutnya, karena kami akan memulai (rapat setelah reses) di awal bulan November,” tutur dia. (CP)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Tinggalkan Man City dengan Segudang Prestasi, Aguero Berlabuh ke Barcelona

Kasus Suap Lelang Proyek, Plt Kadis PUPRP Hulu Sungai Utara Dikirim ke Penjara

JAKARTA -- Setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Rabu (15/9/2021) malam, KPK melangsungkan pemeriksaan terhadap tujuh orang dan...

Sebentar Lagi Pensiun, Panglima TNI Bongkar Pasang Posisi 150 Jendral dan Kolonel

JAKARTA -- Dua bulan sebelum memasuki masa pensiun, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto kembali melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran di tubuh TNI. Lebih dari 150...

Tuding Sewenang-Wenang Terhadap Rakyat, ProDEM Siap Lawan Sentul City

JAKARTA -- Lembaga non Government Pro Demokrasi (ProDEM) menduga proses penerbitan izin tanah yang dipegang oleh PT.Sentul City Tbk bermasalah. Bahkan, Sentul City dituding...

Spekulasi Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dihentikan

TANGERANG -- Menyusul musibah kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang-Banten, pada Rabu 8 September 2021, beragam spekulasi dan juga hoax seputar penyebab...

Polrestabes Medan Musnahkan Narkoba Bernilai Miliaran Rupiah

MEDAN - Polrestabes Medan menggelar pemusnahan barang bukti narkoba dari jaringan internasional senilai Rp 2 miliar lebih yang didapatkan dari penangkapan selama tiga bulan...
- Advertisement -

Related news

PN Cibinong Dianggap Menyalahi Prosedur, Eksekusi Lahan di Citayam Dibatalkan

BOGOR -- Upaya penguasaan sebidang lahan kosong di kawasan Perumahan Green Citayam City, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede-Kabupaten Bogor, oleh Panitera dan Juru Sita...

Jokowi Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

DELI SERDANG --Bupati Deli Serdang H.Ashari Tambunan mendampingi Presiden RI Joko Widodo serta rombongan pejabat tinggi pusat maupun daerah dalam kunjungan kerja dan peninjauan...

Maling di Rumah Tetangga Terekam CCTV, Ketahuan Lalu Ditangkap Polisi

MEDAN - Polsek Medan Baru mengamankan seorang laki-laki berinisial KR (56) warga Jalan Cinta Karya Gg. Kelapa No. 5 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan...

Lapas Arga Makmur Bengkulu Gelar Vaksinasi Warga Binaan

ARGA MAKMUR -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, turut menyukseskan program vaksinasi nasional yang digelar pemerintah untuk meningkatkan herd...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here