Selasa, 26 Oktober 2021

Dengar Suara Ulama, Pengurus Besar NU Tetapkan Muktamar ke 34 Digelar Akhir 2021

JAKARTA – Setelah mendengar masukan dari para ulama sepuh dan suara dari pengurus cabang di seluruh tanah air, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya berketetapan menyelenggarakan Muktamar NU ke-34 atau tahun 2020 pada tanggal 23-25 Desember 2021 mendatang di Lampung.

Namun begitu, ada catatan khusus ataa penyelenggaraan muktamar yang tertunda sebelumnya itu, yaitu dihelat atas persetujuan Satgas COVID-19 dan melaksanakan protokol kesehatan secara ketat.

“Dengan catatan bahwa penyelenggaraan seluruh kegiatan muktamar akan mematuhi protokol kesehatan dan mendapatkan persetujuan Satgas COVID-19 baik di tingkat nasional maupun daerah,” ujar Ketum PBNU KH.Said Aqil Siradj di Jakarta, Minggu (26/9/2021).

Keputusan tersebut diambil hasil musyawarah Ketua Umum PBNU bersama Rais ‘Aam PBNU Miftachul Akhyar, Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dan Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Helmi Faishal Zaini.

Menurut Said Aqil yang juga dewan pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila itu, keputusan tersebut diambil demi menjaga martabat NU dan keberlangsungan munas serta konbes secara tenang, damai dan teduh.

Sementara itu, Kiai Miftach mengajak seluruh peserta untuk meniatkan keikutsertaan dalam Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2021 ini sebagai bentuk khidmat dalam menjalankan amanah dengan baik. “Mari dengan tuma’ninah nawaitu berkhidmat dan dengan memohon ridha Allah SWT. Amanah ini kita jalankan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Baca Juga :  Babinkamtibmas dan Babinsa se-Indonesia Siap Distribusikan Paket Bansos Covid

Masa bakti kepengurusan PBNU Said Aqil Siradj, seharusnya sudah berakhir pada 2020. Sehingga PBNU mestinya melaksanakan Muktamar pada 2020 di Lampung untuk menentukan kepengurusan yang baru. Tapi, gelaran itu harus ditunda karena pandemi Covid-19 yang menerpa Indonesia sejak 2020.

Ada yang menarik dalam Muktamar nanti, dimana pemilihan calon Ketua Umum PBNU baru nantinya dengan melalui metode one man one vote atau pemilihan suara. “Untuk ketum nanti dipilih oleh para pemilih berdasarkan one man one vote,” ucap Ahmad Ishomuddin.

Sedangkan pemilihan Rais Aam PBNU nantinya lewat metode ahlul halli wal aqdi (ahwa). Metode ahwa merupakan mekanisme perwakilan yang diisi oleh ulama-ulama senior yang dipilih oleh pengurus NU seluruh Indonesia. Cara ini dipilih karena menjunjung tinggi cara musyawarah mufakat.

Sistem ahwa ini pernah digunakan untuk memilih Rais Aam PBNU saat Muktamar tahun 2015 lalu di Jombang. “Bahwa metode ahwa hanya ditetapkan di muktamar mendatang hanya memilih Rais Aam, bukan memilih Ketum,” ungkap Ahmad. (CP)

- Advertisement -

Latest news

PPATK dan Kemenkeu Fokus pada Masalah Pencegahan Penggelapan Pajak dan Pencucian Uang

JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) tengah menyoroti aspek Tax Evasion atau penggelapan pajak dan Trade Based Money Laundering atau pencucian uang dengan skema...
Baca Juga :  Menkumham Ngaku Jengkel, Tudingan SBY, AHY dan Pendukung Tak Terbukti

Majelis Ulama Berikan Penilaian Positif pada Kinerja Pemerintahan Joko Widodo

JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) terang-terangan mengapresiasi kinerja dua tahun kepemimpinan Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin yang dilantik...

LAKSI Minta KPK Usut Tuntas Kasus Korupsi Pengadaan Lahan Rumah Dp 0%

JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharapkan dapat mengusut tuntas dugaan penyimpangan dalam pengadaan lahan perumahan DP 0 persen di kawasan Munjul, Jakarta Timur,...

Merubah Pola Pikir Birokrat Melalui Pengalihan Jabatan Struktural ke Fungsional

JAKARTA--Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo mengungkapkan, jabatan struktural umumnya menjadi incaran bagi para birokrat, karena dianggap memiliki...

Raup Fee Miliaran Rupiah dari Empat Proyek, Bupati Muba Jadi Tersangka

JAKARTA -- Setelah melakukan pemeriksaaan intensif usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat malam 15 Oktober 2021, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati...
- Advertisement -

Related news

Militer Sudan Tak Tahan Lagi Duduki Kekuasan Politik, Perdana Menteri Ditangkap 

KHARTOUM - Gelombang kudeta militer di wilayah Benua Arab-Afrika kembali terjadi. Kali ini, militer di negara Sudan melangsungkan aksi pengambilalihan kekuasaan politik yang...

Tuduh Pimpinan KPK Langgar Kode Etik, Novel Baswedan Menuai Kecaman Publik

JAKARTA -- Sejumlah kalangan mengecam pernyataan dan segala tuduhan yang disampaikan oleh mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kepada publik soal adanya...

Airlangga Hartarto Luncurkan Roadmap Kemenangan di 2024

JAKARTA - Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto benar-benar sangat serius mempersiapkan dirinya untuk menjadi Presiden pengganti Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres)...

Bank Jabar Banten Dinilai Setengah Hati Bantu Pelaku UMKM

TAMAN SARI - Para pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) / IKM (Industri Kecil Menengah) di wilayah Kecamatan Taman Sari, beberapa waktu...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here