Site icon Kabarindo24jam.com

Dorong Ekonomi Kreatif Seni Pertunjukan, Wali Kota Bogor Siapkan Fasilitas dan Pembinaan

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Wali Kota Dedie A Rachim menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor siap memperkuat subsektor seni pertunjukan setelah ditetapkan sebagai Kota Seni Pertunjukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melalui program Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I).

Dedie mengatakan penetapan sebagai Kota Seni Pertunjukan yang dikonkretkan dalam satu acara pada Rabu (26/11/2025) itu, tentunya menjadi dorongan lebih bagi daerah untuk terus meningkatkan fasilitas dan pembinaan bagi para pelaku ekonomi kreatif di kota yang berjuluk ‘Kota Hujan’ ini.

“Kota Bogor sudah mendapatkan penetapan dari Kementerian Ekonomi Kreatif sebagai Kota Seni Pertunjukan, jelas ini menjadi gambaran ke depan bagaimana Kota Bogor menyiapkan sarana-prasarana dan membina para pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang seni pertunjukan,” ujar Dedie dalam pernyataan persnya yang dikutip pada Kamis (27/11/2025).

Dedie menjelaskan, sektor ekonomi kreatif di Kota Bogor perlu terus digerakkan melalui inovasi. Menurutnya, kreativitas masyarakat harus difasilitasi agar pelaku usaha kreatif semakin berkembang. Sebab ada delapan juta wisatawan yang berkunjung dan menginap di Kota Bogor, sehingga dapat menjadi pasar yang kuat bagi kegiatan seni pertunjukan yang beragam.

“Ada model festival, atraksi budaya, hingga pertunjukan komunitas kreatif. Ini potensi pendukung seni pertunjukan yang cukup besar di Kota Bogor. Karena itu, ayo kita bangkitkan ekonomi kreatif kita, berinovasi, dan ini dapat menjadi peluang bagi pelaku kreatif untuk lebih maju dan berkembang,” ucap Dedie.

Selain itu, lanjut Wali Kota Dedie, terdapat tujuh museum yang juga bisa mendukung perkembangan ekosistem seni dan budaya di daerah yang dapat ditampilkan sebagai ruang edukasi sekaligus etalase karya para pelaku seni untuk memperluas akses publik terhadap produk kreatif lokal.

Lebih lanjut, Wali Kota Dedie menyampaikan bahwa Pemkot Bogor juga memberikan ruang tampil bagi para musisi jalanan melalui program fasilitasi pertunjukan di area publik. Untuk itu, Pemkot Bogor, telah menyediakan edukasi serta peralatan seni agar mereka dapat beralih dari pengamen menjadi seniman jalanan yang lebih profesional.

Hal ini juga dapat mendorong sektor ekonomi kreatif di Kota Bogor yang telah ditetapkan sebagai Kota Seni Pertunjukan. “Tujuannya, jangan jadi pengamen, harus jadi seniman. Seniman jalanan dulu tidak apa-apa, nanti lama-lama difasilitasi. Dari cover bisa membuat album, dan menjadi seniman yang punya harkat dan martabat,” tuturnya.

Sebelumnya diinformasikan, Kota Bogor ditetapkan sebagai Kota Seni Pertunjukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif melalui Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I), Direktorat Fasilitasi Infrastruktur Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif.

Penetapan ini ditandai dengan Penandatanganan Berita Acara Uji Petik PMK3I oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan perwakilan ekosistem ekonomi kreatif Kota Bogor di Auditorium Bima Arya, Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Rabu (26/11/2025).

Direktur Fasilitasi Infrastruktur Kemenekraf, Fahmy Akmal, menyatakan bahwa hasil penilaian menunjukkan tidak hanya seni pertunjukan yang potensial, tetapi seluruh subsektor ekonomi kreatif dapat menjadi penopang perekonomian Kota Bogor. Ia menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif sebagai “musim baru” dalam ekonomi nasional dapat dimulai dari Kota Bogor.

“Dengan penandatanganan ini, semua pihak berkomitmen mengusung salah satu subsektor sebagai lokomotif pengembangan ekonomi kreatif. Ini komitmen kami bahwa kabupaten/kota yang telah mendeklarasikan subsektor unggulan menjadi prioritas kami sebagai daerah kreatif untuk terus dikembangkan serta diberikan kesempatan berjejaring lebih luas,” tuturnya.

Ketua Tim Uji Petik PMK3I, Dewi Kartikasari, menjelaskan bahwa uji petik dilakukan melalui verifikasi lapangan langsung dan Focus Group Discussion (FGD). “Selama uji petik kami merasakan ekosistem yang sangat kompak di Kota Bogor. Setiap pelaku kreatif saling mengenal dan saling mendukung rekannya. Ini menunjukkan bahwa ekosistem kreatif Kota Bogor merupakan ekosistem yang sehat,” ujarnya. (Man/*)

Exit mobile version