Site icon Kabarindo24jam.com

Jalan Tapanuli–Sibolga Masih Lumpuh Total, Warga Terjebak Berhari-hari

Kabarindo24jam.com | Sumut – Akses utama yang menghubungkan Tapanuli dengan Sibolga masih sepenuhnya terputus akibat rangkaian longsor panjang yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat ribuan warga dan pengendara tidak dapat bergerak, baik maju maupun mundur, sehingga terpaksa menetap di lokasi menunggu jalan kembali terbuka.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa skala longsor yang menutup jalur tersebut sangat besar. Ia menyebut hampir 50 kilometer jalur tertutup material tanah, sehingga belum dapat dilalui kendaraan.

“Ini sekarang yang masih belum tembus, dari Tapanuli ke Sibolga belum bisa dilalui karena ada longsoran-longsoran yang sangat panjang. Praktis hampir 50 km tertutup,” ujar Suharyanto dalam rapat penanganan bencana di Sumatera, yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Minggu (30/11/2025).

Upaya pembukaan jalan saat ini sudah dilakukan oleh satgas gabungan TNI-Polri. Meski demikian, prosesnya diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa hari karena volume material yang sangat besar.

“Satgas gabungan TNI/Polri sudah berusaha membuka jalur ini. Menurut penjelasan Dandim kemarin sore, paling tidak butuh waktu 3–4 hari lagi agar akses bisa tembus,” kata Suharyanto.

Situasi tersebut membuat banyak pengendara terjebak di tengah jalan. Sebagian memilih bertahan di lokasi karena enggan kembali ke Tapanuli Utara, sementara yang lain menunggu pembukaan jalur menuju Sibolga.

Untuk membantu warga yang terjebak, BNPB bersama TNI menyalurkan bantuan logistik baik lewat jalur darat maupun udara.

“Hari ini pasukan Kodim, sebanyak 50 prajurit muda membawa logistik dengan ransel untuk mendatangi para pejalan yang terjebak dan tidak ingin meninggalkan kendaraan mereka. Bantuan juga didrop dari udara,” ujar Suharyanto.

“Banyak pejalan dan pengendara yang terjebak di tengah-tengah. Mereka menunggu jalan menuju Sibolga terbuka, dan beberapa di antara mereka sudah berada di sana selama beberapa hari,” ungkapnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis jumlah korban jiwa dalam bencana banjir dan longsor di Sumatra Utara (Sumut) per Sabtu, 29 November 2025.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto mengatakan pada hari ketiga setelah penetapan status tanggap darurat bencana di Sumut tercatat ada ratusan korban.

Rinciannya ada 166 korban meninggal dunia dan 143 orang yang sampai dengan saat ini masih dinyatakan hilang.
Daerah terdampak bencana paling besar terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga.

BNPB memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga akses kembali normal dan seluruh warga dapat dievakuasi dari area terdampak. (Man*/)

Exit mobile version