Kamis, 2 Desember 2021

Kementerian Agama Gelontorkan Dana Ratusan Miliar Rupiah untuk Pengembangan Pesantren

JAKARTA — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memastikan adanya pemberian afirmasi terhadap pendidikan di pondok pesantren (Ponpes). Untuk itu, Kementerian Agama (Kemenag) telah menyiapkan sejumlah program bantuan penyelenggaraan pendidikan di pesantren, mulai beasiswa hingga bantuan sarana prasarana yang semuanya bernilai ratusan miliar Rupiah.

“Sejumlah program afirmasi pesantren sudah kita siapkan di 2021. Ini kami tujukan sebagai program penguatan dan pengembangan pesantren,” kata Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut Cholil Qoumas, dalam keterangannya persnya di Jakarta, baru-baru ini.

Yaqut menuturkan, program ini meliputi aspek akademik, kelembagaan, SDM, bahkan bantuan sarana prasarana. Terkait penguatan SDM, akan dilakukan dengan memberikan program afirmasi bagi peningkatan kualifikasi akademik pengajar pesantren, khususnya Ma’had Aly. “Bagi para dosen Ma’had Aly, akan diberikan beasiswa pascasarjana,” ujarnya.

Afirmasi lainnya, kata Yaqut, pendampingan program sertifikasi bagi ustadz pesantren, utamanya mereka yang mengajar di Ma’had Aly, diniyah formal, dan mu’adalah.“Kami targetkan ada 6.000 tenaga pendidik pesantren yang bisa menerima manfaat beasiswa atau sertifikasi ini,” imbuhnya.

“Selain itu, Kemenag telah menyiapkan bantuan untuk 1.500 pesantren, 116 Pendidikan Diniyah Formal (PDF), 130 Satuan Pendidikan Muadalah, 70 Madrasah Diniyah Takmiliyah, dan 140 pendidikan Al-Quran,” jelasnya.

Baca Juga :  Dituding jadi Partisan Intoleransi, DPR dan Pemerintah Didesak Berhentikan Dirut RRI

Dikatakannya lebih lanjut, afirmasi lainnya dalam bentuk peningkatan sarana prasarana. Bantuan sarana prasarana yang dimaksud dalam bentuk pembangunan gedung perpustakaan dan laboratorium bagi pesantren.

Secara terpisah, Direktur Jendral Pendidikan Islam Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, mengungkapkan, Kemenag juga telah mengalokasikan anggaran insentif untuk ustaz pesantren. Besarannya mencapai Rp 250 ribu. Untuk para santri ada dua jenis bantuan yang disiapkan. Pertama, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Pesantren.

Anggaran lebih dari Rp 162 miliar untuk 160 ribu lebih santri pun disiapkan Kemenag.Kedua, kata Ramdhani, Program Indonesia Pintar (PIP) pesantren. Ada sekitar Rp 145 miliar yang dialokasikan untuk membantu lebih dari 188 ribu santri.

“Program-program afirmasi terhadap lembaga pendidikan Islam tertua dan khas Indonesia ini akan terus dilakukan, bahkan ditingkatkan. Sebab selain untuk pengembangan pesantren, melainkan juga bagian dari upaya pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. (**/Husni)

Latest news

Percepatan Muktamar NU Terus Disuarakan, PBNU Harus Patuhi Rais Am

SURABAYA -- Pengurus Wilayah Nadhlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur secara resmi mendukung percepatan penyelenggaraan Muktamar NU ke-34 di Lampung pada 17 Desember 2021 yang sesuai...

UU Cipta Kerja Bertentangan Dengan UUD 45, Mahkamah Konstitusi Minta Perbaikan Materi

JAKARTA - Majelis Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan bahwa Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan UU Dasar Negara Republik Indonesia...
Baca Juga :  Ratusan Ribu Personil Polri, TNI bersama Instansi Terkait Dikerahkan untuk Pengamanan Perayaan Idul Fitri

Wapres Perintah Panglima TNI Fokus Penanganan Keamanan di Papua

JAKARTA -- Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Andika Perkasa mendapat perintah khusus dari orang nomor dua di Republik Indonesia, yakni Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf...

Jendral Dudung Ingin Low cost-High Impact untuk Bangun Postur TNI AD

JAKARTA -- Jenderal TNI Dudung pertama kali menyampaikan pokok-pokok pikiran dan pandangannya selaku pemimpin Angkatan Darat. Selasa (23/11/2021), mantan Panglima Kodam Jaya dan Panglima Kostrad...

Dukung Percepatan Pemulihan Ekonomi, Pemda Harus Tingkatkan Realisasi Belanja 2021

JAKARTA -- Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menargetkan percepatan pemulihan ekonomi nasional, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian dengan tegas meminta pemerintah...
- Advertisement -

Related news

Tidak Hormati MPR, Presiden Didesak Copot Sri Mulyani

JAKARTA -- Sikap tidak menghormati dan cenderung menyepelekan keberadaan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), membuat para pimpinan MPR geram dan kemudian mendesak Presiden...

Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

BOGOR -- Kepolisian Resort (Polres) Bogor menegaskan bahwa pihaknya belum mengeluarkan izin untuk kegiatan reuni 212 yang akan dilaksanakan di Masjid Az-Zikra Sentul, Citeureup,...

DPR Setujui Deputi Gubernur Bank Indonesia yang Baru

JAKARTA -- Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memutuskan untuk menyetujui Juda Agung dan Aida Budiman menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Hal tersebut diambil...

Percepat Gerak Birokrasi, PNS Boleh Berpindah-pindah Instansi

JAKARTA -- Menpan RB alias Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Tjahjo Kumolo, menyatakan kementerian yang dipimpinnya saat ini terus berupaya merombak sistem kerja...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here