Sabtu, 18 September 2021

KONI Daerah Siaga Satu, Penegak Hukum Usut Penyelewengan Dana Hibah

JAKARTA – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di berbagai daerah perlu berhati-hati dan cermat dalam mengelola atau menggunakan dana hibah miliaran Rupiah untuk pembinaan cabang olahraga. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir ini, pengurus KONI di sejumlah daerah mulai dijerat penegak hukum terkait dugaan korupsi dana hibah.

Dari informasi yang dihimpun, tercatat KONI berbagai daerah yang terlilit kasus korupsi, antara lain di Kabupaten Tulungagung dan Jombang, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Simalungun, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Bemgkalis dan yang terkini di Kota Tangerang Selatan.

Dari sejumlah KONI daerah yang terjerat dugaan korupsi, sudah ada pengurusnya yang ditahan dan kasusnya dilimpahkan ke Pengadilan. Menariknya, dalam dugaan korupsi di tubuh KONI daerah ini modus penyelewengannya hampir sama, yaitu ketidaksesuaian dana yang diberikan kepada cabor dan atlet dengan alokasi dana sebenarnya.

Seperti halnya yang terjadi Tangerang Selatan, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat kini tengah mendalami keterangan serta bukti terkait dugaan korupsi dana hibah senilai Rp 7,8 miliar. Sejumlah pengurus cabang olahraga dan atlet diminta keterangannya berkaitan dana pembinaan yang diterima.dr KONI.

Kasie Intel Kejari Kota Tangsel, Ryan Anugrah, Kamis (28/1/2021) mengungkapkan, sudah 30 orang yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Mereka terdiri dari pengurus cabang olahraga (cabor) maupun pengurus KONI, termasuk Ketuanya, Rita Juwita.

“Sekitar 35 orang sudah diminta keterangannya, termasuk Ketua KONI Tangsel, Rita Juwita sudah diperiksa dan ada juga dr Dispora setempat,” ucapnya seraya memastikan saat ini penyelidikan sudah rampung dan segera berlanjut ke tahap selanjutnya.

Baca Juga :  Kasus Pemotongan Bantuan Pondok Pesantren, Kejati Banten Baru Tetapkan Satu Tersangka

Sementara di Tasikmalaya – Jawa Barat, penyidik unit Tipikor Polresta menetapkan Ketua KONI Kota Tasikmalaya, ES (66), menjadi tersangka korupsi dana KONI tahun anggaran 2018 senilai Rp 1,1 miliar dan dua tersangka lainnya masih dalam pemeriksaan intensif Unit Tipikor Satreskrim.

Di wilayah Jawa Timur, mantan Ketua KONI, Tito Kadarisman, ditahan penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Jombang. Ia disangka telah melakukan penyelewengan dana hibah KONI Jombang tahun anggaran 2017-2019.

Menyikapi fenomena upaya penegakan hukum terkait penyelewengan dana hibah KONI ini, Ketua Lembaga Pengkajian Pembangunan Daerah (LPPD) Freddy Pasaribu, menilai kedepan KONI daerah harus diisi orang-orang yang berintegritas dan berkomitmen menjalankan transparansi.

“Dengan integritas dan komitmen keterbukaan dalam mengurus pembinaan olahraga tentu saja akan terwujud kinerja yang terukur dan pengelolaan keuangan KONI yang tepat sasaran sesuai dengan perencanaan serta pengalokasian anggaran,” kata Freddy yang dihubungi kabarindo24jam, Jumat (29/1/2021).

Ditambahkannya, memang selama ini ada banyak kelemahan dalam sistem pengawasan internal KONI. Sehingga acapkali terjadi persekongkolan antara pengurus KONI daerah dengan pengurus cabang olahraga terkait dengan pengalokasian dan penggunaan dana hibah. “Modusnya klasik, penyunatan dana, kegiatan fiktif dan mark up anggaran sarana prasarana,” pungkasnya. (Cok/Hus)

- Advertisement -

Latest news

Baca Juga :  Jajaran Polri Dilarang Lakukan Tindakan Hukum yang Hambat Pertumbuhan Ekonomi

Kasus Suap Lelang Proyek, Plt Kadis PUPRP Hulu Sungai Utara Dikirim ke Penjara

JAKARTA -- Setelah menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) pada Rabu (15/9/2021) malam, KPK melangsungkan pemeriksaan terhadap tujuh orang dan...

Tuding Sewenang-Wenang Terhadap Rakyat, ProDEM Siap Lawan Sentul City

JAKARTA -- Lembaga non Government Pro Demokrasi (ProDEM) menduga proses penerbitan izin tanah yang dipegang oleh PT.Sentul City Tbk bermasalah. Bahkan, Sentul City dituding...

Calon Panglima TNI Hanya Jendral Andika dan Laksamana Yudo, DPR Tunggu Surat Presiden

JAKARTA -- Siapa sosok perwira tinggi (Pati) bintang empat yang ditunjuk sebagai pengganti Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai Panglima TNI masih menjadi tebak-tebakan alias belum pasti,...

TWK Pegawai KPK Sah Secara Konstitusional, Putusan MK dan MA Diapresiasi

JAKARTA -- Berbagai elemen masyarakat menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi yang menyatakan proses alih status pegawai KPK melalui tes wawasan kebangsaan (TWK) tidak bertentangan...

Spekulasi Penyebab Kebakaran Lapas Tangerang Harus Dihentikan

TANGERANG -- Menyusul musibah kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang-Banten, pada Rabu 8 September 2021, beragam spekulasi dan juga hoax seputar penyebab...
- Advertisement -

Related news

PN Cibinong Dianggap Menyalahi Prosedur, Eksekusi Lahan di Citayam Dibatalkan

BOGOR -- Upaya penguasaan sebidang lahan kosong di kawasan Perumahan Green Citayam City, Desa Ragajaya, Kecamatan Bojong Gede-Kabupaten Bogor, oleh Panitera dan Juru Sita...

Jokowi Ajak Masyarakat Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

DELI SERDANG --Bupati Deli Serdang H.Ashari Tambunan mendampingi Presiden RI Joko Widodo serta rombongan pejabat tinggi pusat maupun daerah dalam kunjungan kerja dan peninjauan...

Maling di Rumah Tetangga Terekam CCTV, Ketahuan Lalu Ditangkap Polisi

MEDAN - Polsek Medan Baru mengamankan seorang laki-laki berinisial KR (56) warga Jalan Cinta Karya Gg. Kelapa No. 5 Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan...

Lapas Arga Makmur Bengkulu Gelar Vaksinasi Warga Binaan

ARGA MAKMUR -- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II B Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, turut menyukseskan program vaksinasi nasional yang digelar pemerintah untuk meningkatkan herd...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here