Senin, 12 April 2021

Tegaskan Tak Larang Media Meliput di Lingkungan Polri, Jendral Listyo Minta Maaf

JAKARTA — Kepala Polri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta maaf kepada insan pers dan masyarakat luas atas adanya perbedaan atau salah penafsiran terkait Surat Telegram (ST) nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tentang pelaksanaan peliputan di lingkungan Polri.

Materi ST tersebut malah diartikan media dilarang meliput arogansi dan tindak kekerasan personil Polri. Tak ayal, ST 750 tersebut menuai kontroversi juga mengalirkan kecaman dari berbagai pihak lantaran Polri seperti mengatur kerja media.

Mantan Kabareskrim Polri itu kemudian meluruskan informasi terkait Telegram Kapolri Nomor ST/750/IV/HUM.3.4.5./2021 tertanggal 5 April 2021, dan mencabutnya dengan menerbitkan Telegram Nomor ST/759/IV/HUM.3.4.5./2021 tanggal 6 April 2021.

“Arahan saya sebenarnya adalah bagaimana keinginan masyarakat agar Polri bisa tampil tegas namun humanis, namun kita lihat di tayangan media masih banyak terlihat tampilan anggota yang arogan,” kata Listyo dalam keterangan persnya, Selasa malam (6/4).

Listyo tidak ingin citra Polri menjadi buruk karena tayangan soal kelakuan aparat. Jangan sampai ada beberapa perbuatan oknum yang arogan merusak satu institusi. “Karena itu saya minta agar membuat arahan agar anggota lebih hati-hati saat tampil di lapangan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Masyarakat Diminta Waspada, Kaum Muda Jadi Sasaran Paham Radikalisme

Listyo pun menduga, anak buahnya di Divisi Humas salah mengartikan sehingga membuat narasi di Telegram Rahasia yang seolah-olah ‘mengatur’ kerja media dan melarang media meliput peristiwa arogansi dan tindak kekerasan polisi.

“Mungkin di penjabaran surat telegram tersebut anggota salah menuliskan sehingga menimbulkan beda penafsiran. STR yang dibuat tersebut keliru sehingga malah media yang dilarang merekam anggota yang berbuat arogan di lapangan,” tambahnya.

Mantan Kabareskrim Polri ini menegaskan, dirinya tak pernah melarang media melakukan peliputan. “Saya sudah perintahkan kadiv humas untuk mencabut STR tersebut,” jelasnya seraya mengutarakan permohonan maafnya kepada insan pers.

“Saya mohon maaf atas terjadinya salah penafsiran yg membuat ketidaknyamanan teman-teman media. Tentu saja kami selalu butuh koreksi dari teman media dan ekternal untuk perbaikan insititusi Polri agar bisa jadi lebih baik,” tutup Listyo Sigit. (***/CP)

- Advertisement -

Latest news

Si Cantik dan Seksi, Wulan Guritno Lapang Hati Bercerai Kedua Kalinya

Wulan Guritno, selebritis cantik dan seksi sekaligus artis layar lebar, telah resmi menyandang status janda, setelah sebelumnya melayangkan gugatan cerai terhadap sang suami yaitu Adilla...

Tanggap Darurat Gempa Malang, Presiden Kerahkan 3 Menteri, TNI-Polri, BNPB dan Basarnas

JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, mendapatkan instruksi langsung...
Baca Juga :  Presiden Jokowi Warning, Bupati se-Indonesia Harus Fokus Gunakan Anggaran Kerja

Diambil Alih Pemerintah, Manajemen TMII Merasa Tak Pernah Rugikan Negara

JAKARTA -- Beberapa hari setelah Pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Direktur Utama TMII Mayjend Purn TNI Achmad Tanribali Lamo akhirnya menjelaskan pengelolaan...

KPK Ngamuk, Penyidik Gagal Dapatkan Bukti Perkara Akibat Operasi Penggeledahan Bocor

JAKARTA -- Disinyalir akibat bocornya informasi, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal menemukan barang bukti saat melakukan penggeledahan terkait kasus suap pejabat Ditjen pajak di...

Gempa Malang Goyang Banyak Daerah di Empat Provinsi, Tujuh Orang Meninggal Dunia

MALANG -- Gempa bumi dengan kekuataN 6,1 skala richter melanda beberapa kota di Jawa Timur pada Sabtu (10/4/2021). Bahkan, getaran gempa juga terasa sampai...
- Advertisement -

Related news

Si Cantik dan Seksi, Wulan Guritno Lapang Hati Bercerai Kedua Kalinya

Wulan Guritno, selebritis cantik dan seksi sekaligus artis layar lebar, telah resmi menyandang status janda, setelah sebelumnya melayangkan gugatan cerai terhadap sang suami yaitu Adilla...

Tanggap Darurat Gempa Malang, Presiden Kerahkan 3 Menteri, TNI-Polri, BNPB dan Basarnas

JAKARTA -- Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, mendapatkan instruksi langsung...

Diambil Alih Pemerintah, Manajemen TMII Merasa Tak Pernah Rugikan Negara

JAKARTA -- Beberapa hari setelah Pemerintah mengambil alih Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Direktur Utama TMII Mayjend Purn TNI Achmad Tanribali Lamo akhirnya menjelaskan pengelolaan...

KPK Ngamuk, Penyidik Gagal Dapatkan Bukti Perkara Akibat Operasi Penggeledahan Bocor

JAKARTA -- Disinyalir akibat bocornya informasi, Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) gagal menemukan barang bukti saat melakukan penggeledahan terkait kasus suap pejabat Ditjen pajak di...
- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here