Rabu, 26 Januari 2022

Verifikasi Data Desa Bermasalah, Dana Samisade Tahap Kedua Tak Bisa Direalisasi

CIBINONG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah mengungkapkan, dari evaluasi pihaknya ternyata masih banyak desa yang bermasalah dalam tahapan verifikasi data, sehingga tidak bisa mendapatkan anggaran dari program Satu Miliar Satu Desa (Samisade).

Masalah itu, kata dia, mayoritas terjadi pada tahapan verifikasi yang dilakukan di tingkat kecamatan. “Kebanyakan verifikasi ini terjadi di kecamatan ya. Kami minta para camat mendorong percepatan untuk menyelesaikan hal tersebut,” papar Renaldi kepada wartawan, Sabtu (21/8/2021).

Menurut dia, masalah verifikasi tersebut menjadi hambatan pihaknya untuk melanjutkan ke tahap proses pencairan. Hal itu tentu menimbulkan kekuatiran, sebab anggaran Samisade senilai Rp 318,4 miliar harus terserap habis tahun ini.

Namun demikian, Renaldi menyebutkan bahwa sudah ada beberapa desa yang telah menyelesaikan tahap pertama Samisade dalam pembangunan infrastruktur desa sehingga dapat melanjutkan realisasi dana tahap kedua.

“Sekarang sudah ada yang masuk ke tahap kedua. Mayoritas desa-desa di Kecamatan Citeureup. Sementara untuk deadline pekerjaan itu, sekitar 90 hingga 120 hari kerja harus selesai,” kata mantan Camat Cileungsi ini.

Diketahui, pada program Samisade yang merupakan inovasi Bupati Bogor Ade Yasin, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menggelontorkan anggaran daerah hingga Rp318,4 miliar. Anggaran tersebut dibagikan kepada 356 desa yang tersebar di 40 Kecamatan se-Kabupaten Bogor.

Baca Juga :  Program Samisade Realisasikan Harapan Warga Desa Pasir Buncir

Pencairan dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama, Pemkab Bogor sudah mencairkan anggaran Samisade sekitar 40 persen dari total anggaran kepada 54 desa.

Melalui program SamiSade, Pemerintah Kabupaten Bogor bertekad membangun desa. Dimana pekerjaan prioritas yang dilakukan itu mengarah kepada infrastruktur di tiap desa, termasuk pemberdayaan masyarakat dalam kondisi Pandemi Covid-19.

Oleh karenanya, Renaldi berharap ada kolaborasi yang baik antara pihak kecamatan juga desa dalam menjalankan program Samisade ini. “Jadi harus bersinergi ya agar program ini berjalan dengan baik, transparan dan dapat bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Sementara, Bupati Ade Yasin sebelumnya mengatakan, proses pengajuan program SamiSade berjalan sangat ketat. Setiap desa harus terlebih dulu dilakukan verifikasi. Mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga pelaporan.

Menyadari rawannya penyimpangan, Pemkab Bogor pun kemudian melibatkan beberapa instansi untuk melakukan pengawasan. Mulai dari Kejaksaan, Kepolisian, hingga tokoh masyarakat.

Namun dia mengaku optimis jika program Samisade ini bisa dilaksanakan dengan baik oleh desa. “Harus yakin, dan kami punya tujuan untuk membangun infrastruktur desa agar perputaran ekonomi bisa berjalan dengan baik. Apalagi dengan konsep padat karya, pengerjaannya juga melibatkan masyarakat sekitar,” tandas Ade Yasin. (***/Tian)

Latest news

Pernyataan Arteria Dahlan Terkait Bahasa Sunda Resahkan Masyarakat

BANDUNG - Ketua DPD PDI Perjuangan (PDIP) Jabar Ono Surono telah melapor ke DPP PDIP terkait dinamika di Jawa Barat menyusul pernyataan kontroversial Arteria Dahlan...
Baca Juga :  Panitia Reuni 212 Belum Minta Ijin ke Polres Bogor dan Satgas Covid

Gempa di Laut Goyang Empat Daerah, 17 Kecamatan di Pandeglang Paling Terdampak

PANDEGLANG - Guncangan gempa berkekuatan 6,7 Magnitudo yang berpusat di Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang-Provinsi Banten, Jum'at (14/1/2022), menimbulkan kerusakan banyak bangunan dan mengakibatkan kepanikan luar...

Sejumlah Pejabat Pemkot Depok Jadi Tersangka Mafia Tanah

DEPOK --  Kasus dugaan mafia tanah yang merugikan seorang pensiunan Jendral bintang dua TNI AD di Kota Depok - Jawa Barat, berhasil diungkap Tim Direktorat...

Puluhan Perwira Polda Lampung Naik Pangkat, Eks Sekpri Kapolri Jadi Komisaris Besar

BANDAR LAMPUNG - Puluhan perwira pertama dan 3 perwira menengah Polda Lampung naik pangkat setingkat lebih tinggi. Salah satunya adalah Direktur Reserse Kriminal Umum...

Kantor Baru PWRI Kabupaten Bogor Megah dan Representatif

BOGOR -- Menyambut pergantian tahun 2021 ke 2022, Jumat (31/12/2021), DPC Persatuan Wartawan Republik IIndonesia (PWRI) Kabupaten Bogor menggelar syukuran dan selamatan kantor baru...
- Advertisement -

Related news

Mayjend Maruli Tegaskan Tak Pernah Minta Jadi Panglima Kostrad ke Presiden

DENPASAR -- Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX / Udayana Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak akhirnya merespons sangkaan serta cibiran sejumlah pihak terkait dengan...

Jadikan OTT KPK Sebagai Pelajaran, Mendagri Minta Seluruh Kepala Daerah Waspada

JAKARTA -- Tak sedikit kepala daerah diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) dalam beberapa tahun terakhir ini. Tak pelak, hal ini...

Penunjukan Maruli Simanjuntak Sebagai Pangkostrad Bukan Karena Menantu Luhut Panjaitan

JAKARTA -- Penunjukan menantu Luhut B Panjaitan (Menko Maninves RI)--Mayor Jendral (Mayjen) TNI Maruli Simanjuntak--menjadi Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat atau Kostrad, dinilai...

Enam Jendral Yunior Mendapat Promosi Jabatan Strategis

JAKARTA -- Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa telah menandatangani Surat Keputusan Jabatan 328 Perwira Tinggi TNI melalui Keputusan nomor 66/I/2022 tanggal 21 Januari 2022...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here