Kabarindo24jam.com | Jakarta –
Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono mengemukakan bahwa Latihan Angkasa Yudha harus menjadi ajang pembuktian profesionalisme personel sekaligus implementasi doktrin TNI Angkatan Udara (TNI AU) dalam menjaga kedaulatan dan pertahanan udara nasional.
Penegasan tersebut disampaikan saat KSAU menerima paparan Rencana Garis Besar (RGB) Latihan Angkasa Yudha 2025 di Mabesau, Jakarta, Senin (4/8). Dalam arahannya, Tonny juga menyoroti pentingnya memasukkan simulasi potensi ancaman modern, seperti serangan siber yang dapat melumpuhkan sistem logistik serta operasional militer.
“Kita tidak hanya bicara pertahanan udara. Serangan siber bisa melumpuhkan sistem logistik dan operasional. Karenanya, ini harus kita simulasikan,” ujar Tonny dikutip dari laman TNI AU, tni-au.mil.id, Selasa (5/8/2025).
Lebih lanjut, KSAU mengingatkan agar pelaksanaan Latihan Angkasa Yudha tidak hanya bersifat seremonial atau hanya meningkatkan kualifikasi secara formalitas. Ia pun menekankan pentingnya uji medan nyata, seperti latihan operasi militer (Military Operations Training/MOT), agar latihan rutin ini dapat benar-benar mencerminkan kesiapan tempur TNI AU.
Adapun paparan RGB yang diterima KSAU disampaikan oleh Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Dankodiklatau) Marsdya TNI Arif Mustofa yang bertindak sebagai Direktur Latihan (Dirlat).
Sejumlah hal yang disampaikan oleh Dankodiklatau perihal Latihan Angkasa Yudha tahun ini meliputi skenario latihan, kesiapan satuan, serta tujuan strategis latihan yang dirancang sebagai tolok ukur kemampuan tempur matra udara, sekaligus bagian penting dalam pembinaan kesiapan operasi udara gabungan.
Tahun ini, Latihan Angkasa Yudha bakal mengusung tema “Kogasudgab Melaksanakan Operasi Udara di Mandala Operasi Laut Natuna Utara, Laut Sulawesi, dan Wilayah Papua, Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok Kogab TNI.” (Man/*)





