Kabarindo24jam.com | Jakarta – Rusia dan China mengecam keputusan Inggris, Jerman, dan Perancis untuk meluncurkan proses yang dapat memulihkan sanksi PBB terhadap Iran atas program nuklirnya. Tiga negara Eropa tersebut meluncurkan mekanisme “snapback” pada Kamis atas tuduhan bahwa Iran telah melanggar perjanjian 2015 yang bertujuan mencegah Iran mengembangkan kemampuan senjata nuklir sebagai ganti pencabutan sanksi internasional.
Langkah ini membuka jendela 30 hari di mana resolusi PBB baru untuk melanjutkan bantuan sanksi harus diadopsi untuk mencegah hukuman dipulihkan. “Kami sangat mengecam tindakan negara-negara Eropa ini dan menyerukan komunitas internasional untuk menolaknya,” kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan yang menyalahkan Amerika Serikat dan Eropa atas runtuhnya perjanjian nuklir 2015.
China mengatakan langkah negara-negara Eropa tidak konstruktif. “Masalah nuklir Iran berada pada titik kritis. Meluncurkan mekanisme snapback sanksi tidak konstruktif dan akan merusak proses penyelesaian politik dan diplomatik masalah nuklir Iran,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun dalam briefing media reguler pada Jumat.
Iran sebelumnya telah mengecam langkah ini, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa itu tidak dapat dibenarkan dan tidak memiliki dasar hukum dalam panggilan dengan rekan-rekan Eropa-nya.
“Republik Islam Iran akan menanggapi secara tepat terhadap tindakan tidak sah dan tidak dapat dibenarkan ini,” katanya
(D*/)