Gubernur Bank Sentral Prancis Peringatkan Ekonomi Bisa “Mati Suri”

0
3
Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Perancis – Gubernur Bank Sentral Prancis, Francois Villeroy de Galhau, melontarkan peringatan keras terkait kondisi fiskal negaranya yang kian mengkhawatirkan. Ia menilai ekonomi Prancis berisiko mengalami “mati suri” jika pemerintah gagal mengendalikan defisit anggaran dan beban utang yang terus menumpuk.

Dalam laporannya yang dikutip France Daily Times, Sabtu (1/11/2025), Francois menjelaskan bahwa defisit anggaran Prancis pada tahun ini masih bertahan di kisaran 5,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Meski sedikit menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 5,8 persen, angka itu disebutnya masih jauh dari ideal bagi stabilitas fiskal negara.

Ia juga menyoroti lonjakan tajam biaya pembayaran utang nasional. Beban bunga yang semula sekitar 30 miliar euro pada 2020, diprediksi bakal melampaui 100 miliar euro pada akhir dekade ini, atau setara Rp 1.933 triliun dengan asumsi kurs Rp 19.333 per euro. “Negara kita tidak terancam bangkrut, tapi terancam mati suri secara bertahap,” ujar Francois dalam wawancara, Sabtu (25/10).

Francois mendesak pemerintah untuk menurunkan defisit anggaran hingga 3 persen pada 2029 agar kredibilitas fiskal kembali pulih. Ia juga mengingatkan tentang dampak jangka panjang dari meningkatnya utang yang kini telah mencapai sekitar Rp 63.798 triliun, atau 115 persen dari PDB. “Yang paling saya khawatirkan adalah beban utang yang makin berat dan akan diwariskan kepada generasi berikutnya,” tegasnya.

Peringatan tersebut datang setelah sejumlah lembaga pemeringkat global menurunkan prospek ekonomi Prancis. Moody’s baru-baru ini mengubah prospek utang negara itu dari “stabil” menjadi “negatif”, sementara Fitch Ratings dan S&P Global Ratings telah menurunkan peringkat kredit Prancis menjadi A+. Ketiganya menyoroti lemahnya disiplin fiskal dan meningkatnya fragmentasi politik yang dapat menghambat langkah reformasi ekonomi di negara tersebut.

Dengan tekanan dari lembaga internasional dan peringatan keras dari otoritas moneter sendiri, masa depan ekonomi Prancis kini berada di ujung tanduk. Pemerintah diharapkan segera mengambil kebijakan berani untuk menekan defisit dan mengembalikan kepercayaan pasar terhadap perekonomian “Negeri Mode” itu. (Man*/)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini