Kabarindo24jam.com | Jakarta —Kehadiran Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, dalam Kongres III Projo di Hotel Grand Sahid Jakarta, Sabtu (1/11), memicu sorotan politik usai Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mengutarakan niatnya bergabung ke Partai Gerindra. Namun di tengah isu keterlibatan Budi Arie dalam dugaan kasus judi online, langkah tersebut dinilai sejumlah kalangan perlu dikaji lebih dalam — apakah murni langkah politik atau justru bentuk “gerakan penyelamatan diri”.
Dasco mengaku belum mendengar langsung pernyataan resmi Budi Arie terkait rencana bergabung dengan partai berlambang kepala garuda itu. “Saya belum mendengar secara langsung, nanti kalau sudah ketemu langsung baru saya tanggapi,” ujar Dasco di sela acara kongres. Ia menegaskan, Gerindra pada prinsipnya terbuka bagi siapa pun yang ingin bergabung, tetapi dengan banyak pertimbangan.
Gerindra, kata Dasco, tak akan gegabah dalam menerima kader baru. “Kami selalu membuka diri terhadap aspirasi, tapi semua akan melalui proses pertimbangan yang matang,” ujarnya. Pernyataan itu menimbulkan tafsir bahwa partai tampaknya masih berhati-hati merespons manuver politik Budi Arie, apalagi di saat publik masih menyoroti dugaan keterlibatannya dalam pusaran judi online yang sempat mengguncang kementeriannya.
Sebelumnya, Budi Arie di hadapan relawan Projo menyampaikan bahwa dirinya mendapat permintaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dengan Gerindra. Ia menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya memperkuat agenda politik Prabowo. “Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta langsung oleh Presiden di forum,” ujar Budi Arie dalam sambutannya.
Namun, sejumlah analis menilai baik Gerindra maupun Presiden perlu mempertimbangkan waktu dan konteks pernyataan tersebut. Dalam suasana politik yang sensitif, langkah Budi Arie justru bisa dipersepsikan publik sebagai strategi mencari perlindungan politik. Pengamat menilai, ketimbang terburu-buru menerima, Gerindra perlu memastikan bahwa wacana ini tidak sekadar langkah aman bagi Budi Arie di tengah isu hukum yang belum tuntas.
Momen kedekatan antara Prabowo dan Budi Arie memang pernah terlihat dalam forum publik sebelumnya, termasuk saat penutupan Kongres I PSI pada Juli lalu. Ketika itu, Prabowo sempat berseloroh menanyakan apakah Budi Arie sudah masuk PSI atau Gerindra — gurauan yang kini seolah menjadi kenyataan politik baru.
Kini, semua mata tertuju pada langkah berikut Gerindra dan Prabowo. Apakah mereka akan membuka pintu bagi Budi Arie, atau justru menimbang ulang agar tidak terseret dalam manuver politik yang dinilai sebagian pihak sebagai upaya “mengamankan diri” di tengah badai isu hukum. (Ls*/)





