Kabarindo24jam.com | Cibinong – Buntut ambruknya atap ruang kelas dua sekolah di wilayah Timur Kabupaten Bogor, membuat Pemkab Bogor dan Pemprov Jabar bakal mengevaluasi bangunan seluruh sekolah. Langkah ini diambil pasca terjadinya dua peristiwa ambruknya atap ruang kelas, pada SMKN 1 Cileungsi beberapa bulan lalu dan SMKN 1 Gunung Putri pada Senin (3/11/2025).
Menurut Bupati Bogor Rudy Susmanto, ambruknya atap tersebut, karena atapnya menggunakan struktur baja ringan, lalu gentingnya menggunakan genting tanah liat, bebannya mungkin cukup berat. “Bebannya mungkin cukup berat, sehingga ambruk. Dan ini akan dievaluasi secara menyeluruh,” ujarnya kepada awak media di Cibinong, Selasa (4/11/25).
Bupati Rudy menjelaskan, Pemkab Bogor akan mendukung penuh langkah pemerintah provinsi dalam penanganan dan evaluasi bangunan sekolah, mengingat kewenangan SMA dan SMK berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kita memiliki semangat yang sama, kita benahi bersama-sama. Dinas PUPR Kabupaten Bogor juga ikut membantu untuk melihat beberapa infrastruktur sekolah yang ada di Kabupaten Bogor, khususnya yang menggunakan struktur atap yang hampir sama,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, beberapa bulan lalu atap SMKN 1 Cileungsi ambruk, tidak lama kemudian kejadian serupa juga terjadi pada SMA 1 Gunung Putri, keduanya berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kedua sekolah tersebut memiliki kesamaan struktur bangunan yang menjadi perhatian pemerintah. Terkait hal tersebut, Bupati Rudy sudah meminta Dinas atau perangkat daerah terkait untuk segera melakukan kajian dan pemeriksaan struktur.
Dan dinas terkait segera melakukan langkah-langkah perbaikan agar kegiatan belajar-mengajar tetap dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. Tak hanya itu, pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menindaklanjuti hal ini dengan serius.
“Pemkab Bogor akan mendukung penuh langkah pemerintah provinsi dalam penanganan dan evaluasi bangunan sekolah, mengingat kewenangan SMA dan SMK berada di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” tandasnya.
“Kita memiliki semangat yang sama, kita benahi bersama-sama. Dinas terkait di Kabupaten Bogor juga ikut membantu untuk melihat beberapa infrastruktur seluruh sekolah yang ada, khususnya yang menggunakan struktur atap yang hampir sama,” imbuh bupati.
“Kami hari ini juga memastikan bahwa warga Kabupaten Bogor, anak-anak kita yang bersekolah, memastikan bahwa kegiatan belajar-mengajar tidak terganggu,” tegasnya seraya menyebut seluruh proses pengobatan bagi para korban luka sudah berjalan dengan baik.
Pemkab Bogor bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam proses tersebut. “Pada saat sudah ditetapkan sebagai status siaga tanggap darurat bencana, tentunya bukan hanya sekolah, tapi baik dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kelurahan, sama-sama bersiap,” tuturnya.
Rudy menambahkan, Gubernur Jawa Barat juga telah memberikan imbauan kepada seluruh daerah. Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi kebencanaan juga diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan. “Kita sama-sama mengantisipasinya sehingga pada saat terjadi bencana dimanapun, kita jauh lebih siap daripada tidak mempersiapkan apapun,” tandasnya. (Dul/Man)





