Kabarindo24jam.com | Jakarta – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika mengungkap bahwa Inovasi ‘Ngupahan’ dinilai para pakar dan tokoh mampu menciptakan ekosistem ketahanan pangan melalui interaksi masyarakat. Hal inilah yang menghantarkan Kabupaten Bogor meraih prestasi peringkat kedua nasional kategori Pemerintah Kabupaten se-Indonesia dalam ajang SDGs Action Award 2025.
‘Ngupahan’ (Ngabagi, Ngubah, Ngurai Sampah Makanan) adalah inovasi digital dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Bogor. Aplikasi ini berfungsi sebagai solusi pengelolaan pangan berkelanjutan dan merupakan bagian integral dari pengembangan Taman B2SA Digital, yang bertujuan menciptakan pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Sekda Ajat Jatnika menyatakan bahwa penghargaan SDGs action award tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi seluruh perangkat daerah. “Inovasi ‘Ngupahan’ berangkat dari pengelolaan Taman B2SA yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Bogor, kemudian kami perkuat dengan aplikasi Ngupahan,” jelas Ajat dalam pernyataannya dikutip, Jumat (21/11/2025).
Menurut Ajat yang sebelum menjadi Sekda menjabat Kepala Bappedalitbang ini, para dewan juri dalam ajang SDGs tersebut menilai inovasi ini mampu mempraktikkan semangat gotong royong. Bahkan tidak hanya di tingkat nasional, aplikasi ‘Ngupahan’ bahkan mendapat pujian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pengakuan ini diberikan karena inovasi tersebut dinilai berhasil menciptakan ekosistem ketahanan pangan yang kuat melalui sistem interaksi yang melibatkan masyarakat. “Sesuai dengan arahan Bupati Bogor Rudy Susmanto, fokus utama Pemkab adalah aksi nyata untuk masyarakat, salah satunya melalui inovasi tersebut,” ucap Sekda Ajat.
Diketahui, penghargaan peringkat kedua SGDs award ini diserahkan langsung oleh Rachmat Pambudy selaku Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional sekaligus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional kepada Bupati Rudy Susmanto yang diwakili oleh Sekda Ajat Rochmat Jatnika.
Acara penerimaan yang dihadiri oleh jajaran terkait tersebut berlangsung di kantor Bappenas pada Rabu (19/11). “Prestasi ini diharapkan dapat memicu semangat Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus berinovasi dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy.
Tak cuma itu, Rachmat Pambuidy juga memastikan bahwa capaian para pemenang ini akan dilaporkan hingga ke kantor pusat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, berkat adanya kolaborasi antara program Bappenas dan PBB di bidang pangan. (Cky/*)

