Kabarindo24jam.com | Jakarta – Usai diresmikannya validasi organisasi pada awal Oktober 2025, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kini memiliki Satuan pertahanan Pantai atau Sathantai yang ditempatkan pada setiap Komando Daerah TNI AL (Kodaeral). Terkini, jabatan strategis di Kodaeral III dikukuhkan dalam upacara pelantikan yang dipimpin Komandan Kodaeral III Laksamana Muda (Laksda) Uki Prasetia.
Dalam upacara yang digelar pada Rabu (17/12/2025) itu, Laksda Uki melantik Kolonel Laut (P) Ainul Muslimin sebagai Komandan Sathantai Kodaeral III. Momentum ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan organisasi sekaligus penataan struktur pertahanan laut di wilayah jajaran TNI AL.
Dalam amanatnya, Laksda Uki menyampaikan pentingnya sinergitas tanpa batas bagi para pejabat baru dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab ke depan. “Ini merupakan langkah strategis dalam menjaga kedaulatan laut Nusantara,” tegasnya, dikutip dari keterangan Dispen Kodaeral III.
Menurutnya, perubahan struktur organisasi melalui sertijab dan pelantikan bukan sekadar formalitas, melainkan kebutuhan agar organisasi tetap adaptif terhadap dinamika ancaman dan tantangan yang terus berkembang.
“Pelantikan momentum penting untuk memperkuat struktur pertahanan dan memastikan kemajuan organisasi terus melaju, khususnya di wilayah jajaran Kodaeral III,” ujar perwira tinggi bintang dua tersebut. Pengukuhan komandan satuan pertahanan pantai ini tidak terlepas dari kebijakan TNI AL dalam memperkuat sistem pertahanan pesisir nasional.
Sebelumnya, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menjelaskan, pertahanan pantai menjadi kebutuhan strategis seiring perkembangan ancaman dari laut, termasuk potensi serangan amfibi. Satuan pertahanan pantai ini berada di bawah Kodaeral yang merupakan pengembangan dari Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal), dengan fokus utama pada pertahanan wilayah pesisir.
Ia menjelaskan, fungsi satuan pertahanan pantai pada dasarnya sejalan dengan konsep anti-amfibi, yakni mencegah dan menahan kekuatan lawan sebelum memasuki wilayah daratan. Menurutnya, keunggulan satuan ini terletak pada pemahaman medan dan karakteristik wilayah operasi.
“Jadi, sebenarnya Kogaphantai ini tujuannya sama dengan anti-amfibi karena dia mengetahui situasi medannya secara baik,” jelas Laksamana Ali dalam keterangannya yang dikutip pada Kamis (18/12/2025).
Selain itu, Ali juga menyebut pertahanan pantai ke depan akan diperkuat dengan sistem pertahanan pantai (coastal defence) untuk menghalau kekuatan laut lawan secara langsung dari laut. Langkah tersebut diharapkan dapat menahan manuver musuh tanpa harus menunggu ancaman masuk ke wilayah darat. (Dul/*)





