Kabarindo24jam.com | Jakarta -Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional menggelar kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Koordinasi Intelijen Tahun 2025 serta Penyusunan Perkiraan Intelijen Tahun 2026 di Bogor, akhir pekan kemarin.
Rapat koordinasi ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Koordinasi Intelijen Nasional sepanjang tahun 2025 sekaligus menghimpun masukan strategis dalam penyusunan perkiraan intelijen tahun 2026 agar jajaran lebih antisipatif dan komprehensif.
“Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan Koordinasi Intelijen Nasional sepanjang tahun 2025, sekaligus menghimpun masukan dalam penyusunan perkiraan intelijen tahun 2026 yang lebih antisipatif dan komprehensif,” ujar Wahyu Handoyo, Asisten Deputi Koordinasi Intelijen Pertahanan dan Kewaspadaan Nasional Kemenko Polkam dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (23/12/2025).
Dalam rapat tersebut, para narasumber dari Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI turut memaparkan dinamika lingkungan strategis global, regional, dan nasional yang berpotensi memengaruhi kepentingan nasional Indonesia.
Wahyu menekankan evaluasi koordinasi intelijen menjadi aspek krusial dalam menjawab tantangan yang masih dihadapi. “Evaluasi Koordinasi Intelijen sangat penting, khususnya dalam mengatasi tantangan fragmentasi informasi dan ego sektoral yang masih ditemukan di berbagai kementerian dan lembaga,” tegasnya.
Rakor ini diikuti oleh perwakilan kementerian dan lembaga strategis, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kejaksaan Agung, TNI, Polri, BIN, BSSN, serta pejabat internal Kemenko Polkam.
Seluruh peserta sepakat akan pentingnya penguatan peran BIN sebagai Koordinator Intelijen Negara, peningkatan integrasi dan pertukaran data lintas sektor, serta optimalisasi forum Koordinasi Intelijen guna mendukung deteksi dan pencegahan dini terhadap potensi ancaman.
Selain itu, Kemenko Polkam diharapkan mampu mendorong terwujudnya sinergi Intelijen Nasional yang solid, profesional, dan adaptif dalam menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks pada tahun 2026. (Cok/*)





