Krisis Air Meluas, Iran Terapkan Pemadaman Air Setiap Malam

0
27

Kabarindo24jam.com | Iran – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan kondisi pasokan air di negaranya berada pada titik mengkhawatirkan. Dalam pidato di parlemen, Selasa (23/12), ia menegaskan krisis air kini melanda seluruh provinsi, seiring kekeringan panjang yang disebut terburuk dalam enam dekade terakhir.

Dilansir dari Sputnik, kekeringan tersebut berdampak langsung pada ketersediaan air nasional. Sejumlah waduk utama dilaporkan mengalami penyusutan drastis, bahkan sebagian mengering. Di Teheran dan sejumlah wilayah lain, pemerintah terpaksa memberlakukan pemadaman air setiap malam untuk menjaga sisa cadangan yang ada.

“Terjadi masalah air di semua provinsi negara kami. Pasokan air di Iran krisis,” ujar Pezeshkian di hadapan anggota parlemen, menekankan bahwa situasi ini bukan lagi persoalan regional, melainkan nasional.

Sinyal bahaya sebenarnya sudah muncul sejak akhir tahun lalu. Pada November, Pezeshkian menyampaikan bahwa sepanjang 2025 Iran hanya menerima sekitar tiga persen dari curah hujan normal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi itu diperparah dengan laporan kantor berita ISNA pada 1 Desember yang menyebut waduk utama Iran rata-rata hanya terisi 32 persen.

Tekanan krisis juga dirasakan masyarakat perkotaan. Kepala Perusahaan Sumber Daya Air Iran, Hashem Amini, pada Juli lalu memperkirakan hampir separuh penduduk kota menghadapi kekurangan air minum. Menurut dia, dalam kurun kurang dari 30 tahun, volume sumber air terbarukan Iran menyusut lebih dari 30 persen, dari 132 miliar menjadi 90 miliar meter kubik, sementara konsumsi air justru terus meningkat.

Kombinasi penurunan cadangan air, minimnya curah hujan, dan lonjakan kebutuhan membuat Iran menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sumber daya air, yang kini menjadi salah satu isu paling mendesak bagi pemerintah. ( Man*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini