Ketegangan Beijing–Tokyo Berdampak ke Pariwisata, China Pangkas Wisatawan ke Jepang

0
20
wisata jepang
Data statistik Jepang juga mencatat kunjungan wisatawan China hanya tumbuh 3,0 persen pada November, jauh melambat dibandingkan kenaikan 22,8 persen pada Oktober, yang dipengaruhi langsung oleh peringatan perjalanan dari pemerintah China.

Kabarindo24jam.com | China – Ketegangan politik antara Beijing dan Tokyo mulai merembet ke sektor pariwisata. Pemerintah China dilaporkan telah menginstruksikan agen perjalanan domestik untuk memangkas jumlah wisatawan ke Jepang hingga 40 persen. Kebijakan ini muncul di tengah memanasnya hubungan kedua negara akibat pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan.

Sumber industri menyebutkan, arahan tersebut disampaikan kepada agen perjalanan utama di China pada akhir November. Instruksi itu meminta pengurangan permohonan visa Jepang sebesar 40 persen, menyusul pernyataan Takaichi di parlemen pada 7 November. Saat itu, Takaichi mengatakan bahwa kemungkinan serangan terhadap Taiwan dapat menjadi “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” Jepang dan berpotensi melibatkan pasukan pertahanannya.

Sebelumnya, pada pertengahan November, pemerintah China juga telah meminta warganya untuk menghindari perjalanan ke Jepang. Alasan yang dikemukakan adalah pernyataan Takaichi dinilai merusak suasana pertukaran antarmasyarakat dan meningkatkan risiko terhadap keselamatan warga China yang berada di Jepang. Perlu diketahui, warga negara China wajib mengajukan visa untuk berkunjung ke Jepang melalui agen perjalanan yang telah ditunjuk.

Dampak kebijakan tersebut terlihat pada sektor transportasi udara. Media China melaporkan lebih dari 1.900 penerbangan menuju Jepang dibatalkan sepanjang Desember, atau lebih dari 40 persen dari total penerbangan. Sementara itu, pada Januari mendatang, sebanyak 2.195 penerbangan juga dijadwalkan batal, dengan persentase pembatalan yang hampir sama.

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir Jepang termasuk destinasi favorit wisatawan China. Namun, kondisi terbaru menunjukkan perubahan signifikan. Jepang kini tidak masuk dalam 10 tujuan luar negeri terpopuler untuk liburan musim dingin Januari–Februari mendatang. Data statistik Jepang juga mencatat kunjungan wisatawan China hanya tumbuh 3,0 persen pada November, jauh melambat dibandingkan kenaikan 22,8 persen pada Oktober, yang dipengaruhi langsung oleh peringatan perjalanan dari pemerintah China. (Man*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini