Audrey Jalani Umroh Bersama Mami Tercinta Maria Eva, Tetap Khusyuk Meski Diterpa Suhu Dingin

0
31

Kabarindo24jam.com | Bengkulu – Perjalanan spiritual Audrey bersama sang ibu tercinta, Maria Eva, mencuri perhatian publik setelah Maria Eva bersama sang anak membagikan momen kebersamaan mereka dalam menjalani ibadah umroh ke media sosial.

Rangkaian perjalanan tersebut sebelumnya diawali dengan kebersamaan keduanya dalam kunjungan ke China, Negeri Tirai Bambu, sebagai bagian dari aktivitas keluarga, sebelum kemudian dilanjutkan ke Tanah Suci.

Setibanya di Makkah dan Madinah, Audrey tampak setia mendampingi Maria Eva dalam setiap rangkaian ibadah umroh. Meski harus menghadapi suhu udara dingin yang mencapai 6 derajat Celsius, keduanya tetap menunjukkan keteguhan dan kekhusyukan. Kondisi cuaca yang cukup ekstrem tersebut tidak menyurutkan semangat ibu dan anak itu dalam menjalani ibadah dengan penuh ketenangan dan keikhlasan.
Dalam keterangannya, Maria Eva menyampaikan bahwa saat ini dirinya memilih untuk lebih menyembunyikan diri dari hiruk pikuk dunia hiburan dan fokus menekuni kehidupan spiritual. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk komitmennya dalam menanamkan nilai-nilai akhlak dan agama kepada anak sejak usia dini.

Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya cukup diberikan melalui jalur formal, tetapi juga harus diperkuat melalui keteladanan dan pengalaman batin.

“Pendidikan akhlak dan agama tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi perlu ditanamkan melalui perjalanan rohani. Jika memungkinkan, ibadah umroh ke Baitullah dapat diberikan sejak usia anak, karena pengalaman spiritual seperti ini sangat diperlukan dalam membentuk karakter dan kepekaan batin,” ujar Maria Eva.

Pendekatan Maria Eva dalam mendidik anak mendapat apresiasi dari Aktivis Perempuan dan Anak Provinsi Bengkulu, Julisti Anwar, SH, yang selama ini dikenal aktif menangani berbagai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia menilai pola asuh yang diterapkan Maria Eva mencerminkan pendidikan berbasis kasih sayang, nilai agama, serta keteladanan yang kuat dalam lingkungan keluarga.

“Pola asuh yang diterapkan Maria Eva patut diapresiasi dan layak dicontoh.
Penanaman nilai agama dengan pendekatan kasih sayang merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter anak, sekaligus menjadi upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang harus dimulai dari lingkungan keluarga,” kata Julisti Anwar.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan tersebut seharusnya menjadi teladan, terutama bagi para orang tua yang memiliki kehidupan lebih mapan dan akses pendidikan yang lebih baik. Menurutnya, kemapanan tidak semata diukur dari sisi materi, melainkan dari sejauh mana orang tua mampu menghadirkan kasih sayang, perhatian, serta nilai moral dalam proses tumbuh kembang anak.
“Orang tua yang lebih mapan memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar. Anak-anak tidak hanya membutuhkan fasilitas, tetapi juga kehadiran orang tua, pendidikan akhlak, dan nilai agama yang ditanamkan sejak dini,” tambahnya.

Ibadah umroh yang dijalani Audrey dan Maria Eva ini tidak hanya menjadi perjalanan religius, tetapi juga refleksi tentang pentingnya pendidikan spiritual dalam keluarga. Di tengah cuaca dingin dan jarak yang jauh dari tanah air, perjalanan ini menghadirkan pesan bahwa pembentukan karakter anak berawal dari keteladanan orang tua, kekuatan doa, cinta keluarga, serta nilai keimanan yang ditanamkan secara konsisten. (Wen*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini