Penuhi Kebutuhan Kepemimpinan di Tiga Matra, TNI Akan Cetak Banyak Perwira  

0
15
peresmian sarpras sekolah perwira
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto bersama perwira tinggi Kemhan dan Mabes TNI pada peresmian Kodiklat TNI di Serpong, Tangsel, Senin (29/12/2025)

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bakal mencetak perwira yang lebih banyak di masa mendatang.  Hal tersebut dilakukan karena untuk memenuhi kebutuhan kepemimpinan di lingkungan TNI yang sangat besar, baik itu di matra TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, maupun TNI Angkatan Udara.

“Ke depan, Tentara Nasional Indonesia akan membentuk atau mencetak perwira dalam jumlah yang lebih banyak,” ungkap Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Horn) Sjafrie Samsoeddin usai meresmikan Sekolah Perwira Prajurit Karier Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI di Serpong, Tangerang Selatan, Senin (29/12/2025).

Salah satu orang kepercayaan Presiden Prabowo Subianto ini pun mengajak para pemuda dan pemudi untuk segera mendaftarkan diri. “Apabila pemuda dan pemudi kita itu lulus, khususnya lulus menjadi seorang perwira, maka dia berhak untuk bersaing dengan sesamanya perwira untuk mencapai titik keberhasilan yang tertinggi sekalipun,” kata Sjafrie.

Mantan Panglima Kodam Jaya di ujung kekuasaan rezim Orde Baru ini menekankan, kepemimpinan di lingkungan TNI memiliki makna strategis. “Karena TNI adalah tulang punggung pengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap Sjafrie.

Oleh karena itu, perwira menjadi unsur terdepan yang memimpin dan menjadi panutan bagi para prajurit, khususnya yang bertugas di lapangan. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden sebagai Panglima Tertinggi TNI, saya dan Panglima TNI bertugas untuk meningkatkan kualitas pembentukan perwira,” ucap dia.

“Kita juga tidak membeda-bedakan asal-usul dari pembentukan perwira, apakah lulusan akademi, maupun lulusan perwira prajurit karier, ataupun dari sekolah calon perwira,” jelas dia. Alasannya, prinsip dari pembinaan prajurit TNI adalah meritokrasi atau kesempatan kepada seseorang untuk memimpin berdasarkan kemampuan atau prestasi, bukan kekayaan apalagi senioritas.

“Kita tidak perlu melihat bagaimana mereka mempunyai latar belakang pendidikan, tetapi yang paling penting adalah setelah mereka menyelesaikan pendidikan, maka yang paling penting adalah prestasi di lapangan,” tegas Sjafrie yang pernah menjabat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan.

“Itulah sebabnya saya berkunjung ke Sekolah Perwira Karir ini bersama Panglima TNI untuk melihat dari dekat sarana dan prasarana yang masih memerlukan berbagai macam upaya dan usaha agar supaya kualitas dan fasilitas pendidikan ini memenuhi syarat pada skala internasional,” ucap Sjafrie menandaskan. (Ans/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini