Kabarindo24jam.com | Jakarta – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Profesor H Adies Kadir mewaspadai dampak dari kecerdasan buatan AI ( Artificial Intellegence ). Perkembangan AI bisa bermakna ganda, di mana kecerdasan tersebut bisa membantu tugas manusia sehari-hari, namun disisi lain kalau tidak dicermati dan diantisipasi dapat disalahgunakan untuk mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.
Adies Kadir mengatakan, perkembangan teknologi dalam bentuk kecerdasan tidak bisa dihindari, karena kita masuk dalam fase bagian dari perkembangan jaman yang terus bergerak, untuk itu pihaknya akan terus mendorong program literasi digital bagi masyarakat Surabaya.
“Dalam rekayasa kecerdasan buatan, satu foto bisa dibuat seolah-olah bagian dari peristiwa, padahal kenyataannya tidak seperti itu, makanya salah satu upaya efektif untuk mencegah masyarakat menjadi korban distrupsi informasi, adalah dengan upaya peningkatan literasi digital, sehingga masyarakat bisa saring sebelum sharing,” ungkap Adies dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (30/12/2025).
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto terus berupaya melaksanakan tujuan nasional kita berbangsa dan BerNegara yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan mensejahterakan rakyat Indonesia dengan mengambil kebijakan yang berkesinambungan seperti program Indonesia Pintar.
Selain itu juga, tambah Ks dan juga program kerakyatan yang lain yang merupakan ide genuine atas perenungan panjang sesuai dengan kebutuhan bangsa Indonesia yakni sekolah rakyat, makan bergizi gratis, koperasi desa merah putih, ketahanan pangan dan ketahanan energi.
“Kebijakan ini akan berhasil mana kala rakyat menjaga nilai persatuan dan kesatuan bangsa, agar tidak mudah diadu domba oleh kekuatan lain yang bisa menghambat program itu berhasil dalam membawa Negara Indonesia menuju Negara yang adil dan Makmur dimasa yang akan datang,” paparnya.
Untuk itu, tambah Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar ini, masyarakat diminta untuk terus menjaga nilai-nilai persatuan bangsa. “Mari kita jaga keberagaman Indonesia, agar kehidupan yang harmonis tetap terselenggara sejak jaman pra kemerdekaan Indonesia,” tegasnya. (Cok/*)





