Bentrokan Maoist – Aparat di Chhatisgarh, Tewaskan 14 Anggota Kelompok

0
30

Kabarindo24jam.com | Chhattisgarh, India — Setidaknya ada 14 anggota kelompok Maoist tewas dalam dua bentrokan bersenjata yang terpisah dengan pasukan keamanan, terjadi pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026, di wilayah konflik Bastar, negara bagian Chhattisgarh, India.

Menurut keterangan resmi dari Polisi Bastar, peristiwa ini berlangsung sejak pukul 05.00 pagi, waktu setempat di dua lokasi berbeda di hutan Konta–Kistaram distrik Sukma, dan wilayah Basaguda–Tarrem di distrik Bijapur.

Aksi bentrokan terjadi karena merupakan bagian dari operasi anti-Maoist berkelanjutan yang dilancarkan oleh pasukan gabungan keamanan India, bersama unit District Reserve Guard (DRG), yang telah menerima informasi intelijen mengenai keberadaan para kombatan Maoist di kawasan tersebut.

Sebanyak 12 jasad Maoist ditemukan di lokasi bentrokan Sukma, sedangkan dua lainnya tewas dalam kontak senjata di area Bijapur,
bentrokan yang telah menewaskan 14 anggota kelompok Maoist bermula dari operasi penyisiran rutin yang kerap dilakukan aparat keamanan di kawasan hutan terpencil wilayah Bastar, Chhattisgarh.

Operasi ini dilakukan setelah adanya indikasi pergerakan kelompok bersenjata yang seringkali menggunakan hutan lebat sebagai jalur untuk logistik dan tempat persembunyian mereka.

Saat pasukan aparat keamanan memasuki area hutan pada pagi hari, kejadian tak terhindarkan kontak bersenjata ketika kedua pihak saling berhadapan dalam jarak dekat.

Medan yang sangat sulit, dan vegetasi area yang sangat rapat, serta minimnya akses komunikasi membuat bentrokan berlangsung intens (Hebat).

Ledakan yang terjadi di tengah kontak diduga berasal dari alat peledak rakitan yang umum digunakan kelompok Maoist sebagai taktik pertahanan wilayah.

Kontak senjata berakhir setelah aparat menguasai lokasi.dan Operasi kemudian diperluas untuk memastikan tidak ada kelompok bersenjata lain di sekitar area bentrokan.

Distrik Sukma dan Bijapur terletak di daerah selatan Chhattisgarh, berbatasan langsung dengan negara bagian Telangana dan Odisha.

Wilayah ini dikenal sebagai:
Kawasan hutan lebat dan berbukit, yang membuat
Akses jalan sangat terbatas,
Permukiman terpencar-pencar dan sangat minim infrastruktur.

Kondisi geografis tersebut menjadikan Sukma salah satu zona konflik paling sensitif dalam konflik Maoist, selain karena sulit dijangkau medannya dan mudah digunakan sebagai basis gerilya.

Bijapur berlokasi berada di wilayah tengah Bastar, dengan karakteristik:
Hutan luas dan sungai-sungai kecil
Populasi didominasi komunitas adat,
Jarak antardesa yang berjauhan
Bijapur kerap menjadi koridor pergerakan kelompok bersenjata, menghubungkan beberapa distrik konflik lain di India tengah.

Sejarah Singkat Konflik Maoist di India telah berakar sejak akhir 1960-an, bermula dari sebuah gerakan pemberontakan berbasis ideologi Mao Zedong, yang menentang ketimpangan ekonomi, dan kepemilikan tanah, serta marginalisasi masyarakat pedesaan.

Gerakan ini kemudian berkembang dan menjadi konflik bersenjata berkepanjangan yang:
Terpusat di wilayah India tengah dan timur.
Mengadakan perang gerilya
Menargetkan simbol negara, aparat, dan infrastruktur, selama puluhan tahun,

konflik ini mengalami pasang surut. Di satu sisi, negara memperluas operasi keamanan; di sisi lain, pendekatan pembangunan dan integrasi sosial juga terus dijalankan untuk mengurangi akar konflik.

Peristiwa di Sukma dan Bijapur menunjukkan bahwa konflik Maoist belum sepenuhnya berakhir, meski terlihat intensitasnya menurun dibandingkan satu dekade lalu.

Faktor geografis, kesenjangan pembangunan, dan sejarah panjang konflik membuat wilayah Bastar tetap menjadi titik rawan. Dan
Insiden ini menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak hanya dapat bergantung pada operasi keamanan, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan, serta adanya kepercayaan masyarakat lokal terhadap negara. (Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini