Kabarindo24jam.com | Jakarta – Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) terus berupaya memperkuat sistem pertahanan siber nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menghadapi ancaman siber yang kian kompleks dan dinamis di era digital saat ini dan masa mendatang.
Komitmen itu mengemuka saat Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menerima kedatangan Kepala BSSN Letjen (Purn) Nugroho Sulistyo Budi dan jajaran petinggi BSSN di Markas Besar Angkatan TNI AL (Mabesal), Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dalam pertemuan strategis tersebut, kedua pihak membahas berbagai langkah strategis untuk memperkuat sinergi dan koordinasi, khususnya meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai potensi ancaman siber yang dapat memengaruhi stabilitas dan keamanan nasional.
Laksamana Ali menegaskan, bahwa keamanan siber merupakan bagian tak terpisahkan dari sistem pertahanan negara. Menurutnya, penguatan kapabilitas siber menjadi kebutuhan mutlak, termasuk dalam mendukung kesiapan operasional TNI AL di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
“Sehingga, keamanan siber kini menjadi elemen penting dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara, khususnya dalam mendukung tugas-tugas TNI AL di era digital yang terus berkembang dan semakin,” kata Ali, dikutip dari keterangan Dispenal.
Melalui kolaborasi dan sinergi ini, TNI AL dan BSSN diharapkan mampu mewujudkan sistem pertahanan siber nasional yang semakin tangguh dan adaptif terhadap dinamika ancaman global, sekaligus memperkokoh kolaborasi lintas lembaga dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Dalam pertemuan ini, turut hadir Wakil KSAL Laksamana Madya Erwin S. Aldedharma, Komandan Pusat Siber Angkatan Laut (Danpussiberal) Laksamana Pertama Masnal Samian, Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Sulistyo, dan sejumlah pejabat lainnya. (Man/*)





