Kabarindo24jam.com | Cibinong – Pemerintah Kabupaten Bogor memposisikan kawasan Puncak bukan hanya sebagai tujuan wisata, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi daerah. Melalui kolaborasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Pemkab Bogor menargetkan penataan kawasan ini agar mampu meningkatkan daya saing usaha, memperluas lapangan kerja, serta mendorong perputaran ekonomi lokal.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat audiensi bersama pengurus PHRI Kabupaten Bogor di Pendopo Bupati, Selasa (13/1). Dalam pertemuan itu, Rudy menegaskan bahwa keterlibatan pelaku industri pariwisata menjadi kunci agar kebijakan penataan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berdampak nyata pada iklim usaha.
Rudy menilai, penataan kawasan Puncak harus dirancang secara kolaboratif agar mampu menciptakan kepastian berusaha dan keberlanjutan ekonomi. Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa masukan dari sektor swasta. “Penataan kawasan Puncak tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan komitmen bersama agar kawasan wisata ini kembali nyaman, tertata, dan berdaya saing,” ujarnya.
Selain pembenahan fisik kawasan, Pemkab Bogor juga mendorong terciptanya ekosistem usaha yang lebih adil dan ramah investasi. PHRI dinilai memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan pelaku industri, terutama dalam menyampaikan kebutuhan lapangan terkait perizinan, kepastian regulasi, hingga pengembangan usaha.
Ketua PHRI Kabupaten Bogor, Juju Junaedi, menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan organisasinya untuk terlibat aktif, termasuk dalam penataan reklame di jalur wisata agar lebih tertib dan memiliki nilai estetika. “PHRI siap mendukung penataan kawasan Puncak. Kami berharap ada kejelasan konsep serta pendampingan dan kemudahan perizinan bagi pelaku usaha,” kata Juju, seraya menekankan pentingnya kebijakan yang berdampak langsung pada pertumbuhan sektor pariwisata. (Man*/)





