Kabarindo24jam.com | Bekasi, Jawa Barat – Banjir akibat hujan dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi memakan satu korban jiwa remaja setelah terjebak dan tenggelam di lapangan sepak bola yang terendam air setinggi dua meter, Selasa (20/1/2026). Peristiwa ini terjadi saat sebagian besar wilayah setempat masih dilanda genangan dan arus deras di sejumlah desa.
Kejadiannya saat
Korban, berinisial J (19), warga Kampung Nanggewer, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di lapangan sepak bola Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin. Lokasi tersebut terendam banjir setinggi sekitar dua meter akibat luapan sungai di kawasan itu.
Menurut keterangan tenaga medis setempat, korban bersama tiga rekannya bermain di area banjir yang telah berubah menjadi kolam besar air. J sempat berenang sejauh sekitar 50 meter dari tepian daratan dan bergelantungan di tiang gawang untuk menyelamatkan diri, namun akhirnya kelelahan.
Taryana, tenaga medis yang berada di lokasi, mengatakan bahwa setelah ditemukan dan dievakuasi, kondisi korban sudah tidak menunjukkan tanda kehidupan. Upaya pertolongan termasuk kompresi jantung (CPR) selama beberapa menit yang dilakukan tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.
Musibah banjir kali ini dipicu oleh hujan intensitas tinggi dalam satu hari, yang menyebabkan beberapa sungai di Bekasi seperti Cibeet dan Citarum meluap. Genangan air tak hanya merendam pemukiman warga, tetapi juga merendam fasilitas umum termasuk lapangan sepak bola yang biasa digunakan warga.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi menyebutkan bahwa dampak banjir cukup luas, dengan 22.724 kepala keluarga (KK) terdampak dan sekitar 5.344 jiwa mengungsi di sejumlah titik karena rumah mereka terendam air.
Penanganan
BPBD bersama unsur pemerintah daerah masih terus memantau perkembangan banjir di wilayah Kabupaten Bekasi, dengan prioritas evakuasi warga terdampak, penanganan darurat, dan upaya pencegahan risiko lebih lanjut.
Upaya evakuasi dan pertolongan medis dilakukan secara terpadu dengan perangkat desa, relawan, dan instansi terkait.
Sementara itu, warga diminta untuk tetap siaga terhadap potensi banjir susulan, terutama di daerah yang berada di cekungan atau aliran sungai.
Data dan informasi dari lapangan
Efek Banjir di Wilayah Lain
Selain korban remaja yang tewas di lapangan sepak bola, banjir juga menelan korban di area lain. Di wilayah Kota Bekasi, seorang lansia berusia 79 tahun dilaporkan tewas setelah terseret arus banjir di kawasan Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, pada Minggu (18/1/2026). (Ls/*)





