Kabarindo24jam.com | Jakarta – Menteri Pertahanan (Menhan) RI Jenderal (Hor) TNI Purn Sjafrie Sjamsoeddin meminta agar kekuatan siber nasional, dalam hal ini Badan Siber Sandi Negara (BSSN), tidak terpecah belah alias terus solid, demi menghadapi infiltrasi asing yang mengancam keamanan dan pertahanan negara.
Menhan Sjafrie mengatakan bahwa kedaulatan siber bukan sekadar opsi pelengkap, melainkan fondasi vital pertahanan bangsa di era modern. Ia menyoroti pergeseran ancaman pertahanan dari perang konvensional menuju perang asimetris.
“BSSN ibarat suatu angkatan perang, dan Anda semua adalah awak dari angkatan perang asimetris. BSSN harus menjadi safety belt (sabuk pengaman) dari stabilitas nasional,” ujar Sjafrie, dikutip dari siaran pers Biro Informasi Pertahanan Kemhan RI, Selasa (20/1/2026).
Mantan Panglima Kodam Jaya dan pernah menjadi pengawal pribadi almarhum Presiden Soeharto ini menekankan, bahwa dalam lanskap perang informasi dan psikologi saat ini, BSSN memegang peran sentral sebagai kekuatan pertahanan negara yang tidak boleh dipandang sebelah mata.
Sjafrie menyebut, BSSN merupakan instrumen negara dalam menjaga keamanan informasi, mulai dari siber, internet, hingga persandian yang kaitannya dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan (ipoleksosbudhankam).
Terutama di era perang asimetris dengan metode inkonvensional, lanjut Sjafrie, dibutuhkan terobosan eksploratif, pengawakan militan, kapabel dan berintegritas serta kemampuan optimal memanfaatkan peralatan utama.
Sjafrie pun berpesan agar kemampuan teknis siber harus dibarengi dengan patriotisme tinggi. “Kekuatan siber nasional tidak boleh terpecah belah, melainkan harus terpusat dan solid untuk menjaga kedaulatan ideologi, politik, ekonomi, dan pertahanan negara dari infiltrasi asing,” kata Menhan RI.
Menyikapi pandangan dan arahan Menhan tersebut, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi menyatakan kesiapan institusinya untuk menjawab tantangan tersebut. “Apa yang disampaikan Bapak Menhan merupakan tantangan sekaligus apresiasi bagi kami untuk terus mengembangkan kapasitas demi menjaga kedaulatan dan integritas nasional,” ujar purnawirawan Letnan Jenderal TNI ini. (Cok/*)





