Menuju Akhir Pekan Bibit Siklon Tropis 91S Berpotensi Ganggu Cuaca di Bali Hingga Jawa

0
234

Kabarindo24jam.com | Jakarta, 22 Januari 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) masih memantau perkembangan bibit Siklon Tropis 91S di wilayah Samudra Hindia, yang berpotensi memengaruhi kondisi cuaca di wilayah selatan Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Jawa, dan sekitarnya, menjelang Sabtu, 24 Januari 2026.

Menurut prakiraan BMKG periode 20–26 Januari 2026, dinamika atmosfer di selatan Indonesia menunjukkan peningkatan aktivitas sirkulasi siklonik yang dapat memicu perubahan kondisi cuaca pada beberapa wilayah.

Sistem ini berkontribusi pada potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, angin kencang lokal, dan gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia.
BMKG mencatat bahwa keberadaan bibit siklon tropis di perairan tersebut telah memperkuat pola konvergensi massa udara di selatan Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Kondisi ini menjadi salah satu faktor yang mendukung pembentukan awan hujan intensif serta peningkatan potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah.

BMKG memperingatkan sejumlah potensi cuaca ekstrem yang masih berisiko terjadi menjelang 23 Januari 2026, antara lain:
Hujan Sedang hingga Lebat di sebagian wilayah Jawa, Bali, NTB, dan Nusa Tenggara.
Angin Kencang Lokal yang dapat terjadi selama periode pergerakan sistem siklon tropis.

Gelombang Laut Tinggi di perairan selatan Indonesia, terutama di selatan Jawa, Bali, dan NTB, berpotensi meningkat seiring pengaruh sistem cuaca tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan gelombang tinggi, terutama di daerah-daerah yang sering terdampak cuaca ekstrem.

Beberapa langkah mitigasi yang disarankan oleh BMKG meliputi:
Memperbaharui Informasi Cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG (website, aplikasi InfoBMKG, dan akun media sosial).

Meningkatkan Kesiapsiagaan Daerah terhadap kemungkinan hujan lebat dan angin kencang.

Mengantisipasi Gelombang Tinggi terutama bagi aktivitas pelayaran nelayan dan transportasi laut di perairan selatan Indonesia.

BMKG menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun harus tetap siaga dan mengikuti arahan serta informasi cuaca terkini guna meminimalkan risiko potensi dampak dari sistem siklon tropis ini. (Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini