Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Ratusan sopir yang didukung puluhan pemilik angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi menggoyang Balai Kota Bogor, Kamis (22/1/2026). Aksi para sopir dan pemilik angkot ini berhasil membuat Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menemui mereka secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, Jenal Mutaqin yang mewakili Wali Kota Dedie A Rachim melakukan dialog bersama perwakilan pengemudi dan pemilik angkot. Hasilnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun bergeming, dan memutuskan untuk menghentikan sementara razia angkot tua di lapangan.
“Hari ini kita sama-sama bersepakat, Dinas Perhubungan dipastikan tidak akan melakukan razia dulu sampai menunggu proses pembahasan Peraturan Wali Kota,” tegasnya seraya menyebut proses penghapusan maupun peremajaan angkot akan dilakukan setelah Peraturan Wali Kota (Perwali) rampung disusun.
“Saya menerima mandat dari Pak Wali Kota. Proses penghapusan dan peremajaan akan kita lakukan setelah Perwali selesai. Saat ini Perwalinya belum dibahas dan akan segera kita bahas dengan melibatkan teman-teman semua,” sambung Jenal.
Jenal menjelaskan bahwa penyusunan Perwali nantinya akan melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan pengemudi angkot, Koperasi Serba Usaha (KSU), Organda, hingga pengusaha angkutan. “Perwalinya kita susun bersama perwakilan pengemudi, KSU, Organda, dan juga pengusaha. Poin-poin kesepakatan hari ini akan kami sampaikan kepada Pak Wali Kota,” katanya.
Meski demikian, Jenal juga mengingatkan para pengemudi angkot agar tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelayan masyarakat. Ia meminta pengemudi untuk berkendara dengan tertib, tidak merokok saat mengemudi, serta tidak ngetem sembarangan. “Saya mohon pengemudi mengemudi dengan baik, dan jangan ngetem sembarangan,” ucapnya.
Diketahui, demo ratusan sopir angkot yang marah sempat berlangsung ricuh. Massa bahkan melakukan pemblokiran jalan akses menuju Istana Kepresiden Bogor. Aksi pemblokiran Jalan Ir Juanda tepat di depan Balai Kota Bogor terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
Pemblokiran dengan menggunakan water barrier. Beberapa pendemo ada yang naik ke atas water barrier dan sebagian lagi berkerumun menutupi badan jalan. Massa aksi sempat bersitegang dengan polisi yang berupaya membuka jalan kembali agar tidak mengganggu lalu lintas. Pemblokiran berlangsung hampir 1 jam.
Koordinator Aksi, Rudi Sumardi mengatakan demonstrasi ini sebagai bentuk penolakan kebijakan penghapusan angkot tua dan menyerukan pemberlakuan program peremajaan. “Kami menuntut masa peremajaan diperpanjang hingga 5 tahun ke depan. Selain itu, masalah rerouting atau perubahan jalur kami meminta sistem uji coba yang lebih transparan sebelum jalur baru diberlakukan sepenuhnya,” ungkap Rudi.
Ia mengatakan kondisi ekonomi saat ini sedang tidak baik-baik saja, sehingga rencana Pemkot Bogor menghapus 1.854 angkot di atas usia 20 tahun hanya akan menyengsarakan sopir dan pemilik. “Kami bukan menolak aturan, tapi kami minta kebijakan yang manusiawi dari pemkot. Bayangkan kalau mobil di atas 20 tahun langsung dilarang jalan, ribuan perut bergantung di sana,” kata dia.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto menambahkan sesuai arahan wali kota, penertiban untuk menjaring angkot tua di jalanan mulai besok dihentikan sementara. Namun begitu, angkot tua yang sudah terjaring penertiban sebelumnya tetap akan diproses lebih lanjut dan dilarang beroperasi. (Man/Dul)





