Hujan Lebat Picu Banjir Bandang di Pekalongan dan Guci, Ribuan Warga Terdampak

0
129

Kabarindo24jam.com | Pekalongan–Tegal, Jawa Tengah | Jumat, 23 Januari 2026, hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan sejak Jumat sore hingga malam hari, 23 Januari 2026, memicu banjir bandang di sejumlah kecamatan.

Luapan sungai membawa material lumpur dan kayu ke permukiman warga, menyebabkan ribuan jiwa terdampak dan ratusan rumah terendam. 

Bencana terjadi sekitar pukul 18.30 WIB, saat debit air sungai meningkat cepat setelah hujan berlangsung selama beberapa jam tanpa jeda.

Ribuan Warga Terdampak di Kabupaten Pekalongan. Data sementara pemerintah daerah mencatat banjir melanda sedikitnya 10 desa di beberapa kecamatan. Air menggenangi permukiman warga dengan ketinggian bervariasi, bahkan di sejumlah titik mencapai setinggi pinggang orang dewasa.

Sebanyak sekitar 20.103 jiwa atau 6.421 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir ini. Sekitar 3.919 unit rumah dilaporkan terendam, sementara 50 fasilitas umum turut terdampak, termasuk sekolah, tempat ibadah, dan jalan lingkungan.

Hingga pendataan terakhir, tidak terdapat laporan korban meninggal dunia, namun ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman karena rumah mereka tidak dapat ditempati.

Evakuasi dan Pengungsian
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan aparat desa melakukan evakuasi warga sejak malam hari. Sejumlah warga yang terjebak di dalam rumah dievakuasi menggunakan perahu karet.

Beberapa posko pengungsian didirikan di gedung serbaguna, balai desa, dan masjid. Dapur umum disiagakan untuk memenuhi kebutuhan logistik warga terdampak

Longsor Susulan Mengancam Wilayah Perbukitan
Selain banjir, hujan lebat juga memicu longsor di wilayah perbukitan Kabupaten Pekalongan.

Kondisi tanah yang jenuh air meningkatkan risiko longsor susulan, sehingga warga di daerah rawan diminta meningkatkan kewaspadaan.

Sementara itu, banjir bandang juga terjadi di kawasan wisata Guci, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, pada hari yang sama. Air bah bercampur lumpur dan material kayu mengalir deras dari kawasan lereng Gunung Slamet menuju area wisata.

Akibat kejadian tersebut, tiga jembatan utama di kawasan Guci dilaporkan putus, sehingga akses menuju sejumlah objek wisata terisolasi. Sejumlah fasilitas wisata, termasuk area pemandian air panas, mengalami kerusakan dan tertimbun material banjir, hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dari kejadian di kawasan wisata Guci.  (Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini