Kuliah Umum di UIKA, Ketua DPRD dan Sekda Kota Bogor Soroti ‘Akhlak’

0
11

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor, Adityawarman Adil, Sekretaris Daerah Denny Mulyadi dan sejumlah tokoh penting, menghadiri kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor di Jalan Raya Soleh Iskandar, Senin (26/1/2026).

Adityawarman mengatakan, bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan karakter mahasiswa di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Sebab mahasiswa memiliki peran strategis dalam menentukan arah masa depan bangsa. Namun, kecerdasan akademik saja dinilai belum cukup tanpa dibarengi akhlak dan integritas yang kuat.

“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang-orang pintar, tetapi juga pribadi yang berakhlak dan berintegritas. Ilmu harus diiringi dengan adab agar memberi manfaat bagi masyarakat,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan yang tidak dilandasi nilai moral berpotensi disalahgunakan. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menempatkan diri sebagai agen perubahan yang aktif dan solutif. “Mahasiswa jangan hanya menjadi penonton. Kalian harus hadir sebagai bagian dari solusi dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Adityawarman juga mendorong generasi muda Kota Bogor untuk tetap menjaga sikap rendah hati dan kesantunan dalam meraih cita-cita, serta mengabdikan ilmu yang dimiliki untuk kepentingan umat dan bangsa.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada UIKA Bogor atas terselenggaranya kuliah umum bertema “Menjadi Generasi Muda Beradab, Kompeten, dan Berdampak”.

Menurutnya, tema yang diusung sangat relevan dengan tantangan zaman sekaligus sejalan dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi landasan UIKA Bogor. “Dalam perspektif Islam, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kualitas akhlak dan adab manusianya,” tutur Denny

Ia pun mengutip sabda Rasulullah SAW. “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia’. Jelas ini menunjukkan bahwa ilmu, kompetensi, dan teknologi harus berjalan seiring dengan akhlak,” kata Denny Mulyadi.

Di era digital saat ini, lanjutnya, adab menjadi benteng agar ilmu dan kebebasan berekspresi tidak melahirkan kesombongan, ujaran kebencian, maupun perpecahan. Menurutnya, generasi yang beradab adalah generasi yang memahami adab sebelum berilmu, adab kepada Allah SWT, adab kepada orang tua dan guru, adab dalam bertutur kata, serta adab dalam menyikapi perbedaan.

“Generasi muda yang kompeten adalah yang bersungguh-sungguh menuntut ilmu, mengasah kompetensi diri, dan tidak berhenti belajar. Islam sangat memuliakan orang-orang berilmu. Allah SWT dalam firman-Nya menyebutkan bahwa Dia akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat,” ujar Denny Mulyadi.

Teruntuk mahasiswa, Denny Mulyadi mengingatkan pentingnya memiliki etos belajar, disiplin, kerja keras, dan semangat untuk menjadi yang terbaik di bidangnya, yang dilengkapi dengan akhlak yang baik.

Budaya berakhlak menjadi hal yang paling mendasar, karena dari akhlak akan lahir kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan integritas sebagai nilai-nilai yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, beragama, dan bernegara, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Di akhir sambutannya, Denny Mulyadi menyampaikan bahwa UIKA memiliki peran strategis dalam mencetak generasi intelektual muslim yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. “Jadilah generasi muda yang ilmunya bermanfaat, lisannya terjaga, sikapnya santun, dan amalnya membawa maslahat bagi semua,” pungkasnya. (Man/Dul)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini