Wali Kota Bogor Belajar Pengelolaan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkuler ke Jepang

0
20

Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Tak banyak yang tahu, ternyata Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim, bersama sejumlah kepala daerah dan perwakilan kementerian/lembaga mengikuti program lokakarya kerja sama pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkuler di Jepang mulai tanggal 25 sampai 31 Januari 2026.

Sebagai informasi, kegiatan yang diikuti Wali Kota Dedie Rachim tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan penguatan kebijakan pengelolaan sampah, khususnya plastik, di Indonesia.

Dedie menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk membangun pemahaman dasar mengenai kerangka ekonomi sirkuler, mulai dari pengelolaan sumber daya, kemasan, hingga penerapan tanggung jawab produsen yang diperluas.

“Tujuan kegiatan ini adalah membangun pemahaman fundamental terkait kerangka sirkulasi sumber daya, alur pengumpulan hingga pemilahan dan daur ulang, serta pembagian peran antar pihak agar pengetahuan tersebut dapat diterapkan secara berkelanjutan,” ujar Dedie dalam keterangannya dikutip, Kamis (29/1/2026).

Ia menambahkan, peserta juga akan mempelajari secara langsung praktik pengelolaan sampah dari pemerintah daerah dan sektor swasta di Jepang. “Kita belajar sistem pemilahan sampah, kesadaran publik, pengelolaan sumber daya manusia, pembiayaan, indikator kinerja, hingga standar penerimaan perusahaan daur ulang swasta yang dapat diadaptasi di daerah Indonesia,” katanya.

Dedie menambahkan, hasil dari lokakarya ini nantinya akan dirangkum dalam bentuk laporan dan rencana aksi. Rekomendasi tersebut akan menjadi dasar pengembangan usulan integrasi kebijakan serta inisiatif pengelolaan sampah berkelanjutan di daerah, termasuk di Kota Bogor.

Sebagai informasi, undangan lokakarya disampaikan oleh The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) melalui Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia dan telah memperoleh izin dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Kegiatan dilaksanakan di Senju Azuma, Adachi-ku, Tokyo, Jepang, dalam rangka Workshop Program for Indonesian High Officials in Japan bertema Establishing a Circular Economy Especially for Plastics in Indonesia. Keberangkatan Wali Kota Dedie dilakukan bersama sekitar 30 peserta yang terdiri atas kepala daerah kabupaten/kota, perwakilan kementerian/lembaga, serta mitra kerja sama Indonesia–Jepang.

Kota Bogor dinilai memiliki praktik baik dalam pengelolaan sampah, antara lain melalui Peraturan Wali Kota Bogor Nomor 61 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik atau Bogor Tanpa Kantong Plastik, serta rencana pengelolaan sampah berbasis waste to energy melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).

Sehingga kebijakan tersebut menjadi salah satu referensi dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman antarpeserta. Ada pun seluruh biaya akomodasi dan transportasi selama kegiatan di Jepang ditanggung oleh AOTS, sehingga tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Bogor. (Man/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini