Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Menikmati musik jazz kini tak lagi sekadar soal mendengar, tetapi juga merasakan suasana. Itulah pengalaman yang ditawarkan Jazz Hujan, sebuah perhelatan musik di Kota Bogor yang menghadirkan konsep intimate experience, di mana penonton diajak menikmati pertunjukan dengan cara yang lebih santai, hangat, dan personal.
Jazz Hujan diinisiasi oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Ibu Yantie Rachim, sebagai bagian dari upaya menghadirkan ruang budaya berkualitas yang dapat menjadi bagian dari gaya hidup warga kota. Acara ini dirancang untuk tumbuh sebagai agenda tahunan yang dinantikan, sekaligus memperkaya pilihan aktivitas seni dan hiburan di Kota Hujan.
“Jazz Hujan bukan hanya soal pertunjukan musik, tetapi bagaimana sebuah event budaya mampu menjadi pengungkit ekonomi kreatif. Kami ingin musik menjadi ruang pertemuan seniman, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat, sehingga memberikan dampak ekonomi yang nyata dan berkelanjutan,” ujar Dedie A. Rachim.
Konsep intimate experience menjadi jiwa utama Jazz Hujan dan diterapkan secara menyeluruh oleh DF & Co bersama SET Production selaku penyelenggara. Ketua Pelaksana sekaligus Promotor Jazz Hujan, Dinna Fajrina, menekankan bahwa keintiman tidak semata soal jarak fisik, melainkan rasa nyaman yang tercipta selama acara berlangsung. “Intimate adalah tentang bagaimana penonton merasa nyaman, diterima, dan benar-benar terhubung dengan musik. Kami ingin suasananya hangat dan personal, seperti menikmati musik di rumah sendiri,” ungkap Dinna saat press conference di Flui Restaurant & Cafe, Kecamatan Bogor Timur, Sabtu (31/1/2026).
Sebagai bagian dari gaya hidup urban yang mengedepankan kebersamaan, Jazz Hujan menghadirkan musisi lintas generasi seperti Indra Lesmana, Eva Celia, Chandra Darusman, Rafli Pradanto, Camone Sun, Agung Zulhen Trio, INFINTY, Aira, serta Serella Dance. Penasihat Jazz Hujan, Harlan Bengardi, menilai karakter Bogor sangat selaras dengan semangat jazz. “Bogor adalah kota yang romantis dan penuh kebersamaan. Tradisi warganya yang gemar berkumpul dan saling menyapa sangat dekat dengan ruh jazz,” ujarnya. (Man*/)





