Fenomena Tanah Amblas di Aceh Tengah Terus Berkembang, Infrastruktur dan Keselamatan Jadi Perhatian

0
219

Kabarindo24jam.com | Aceh Tengah, 2 Februari 2026 — Fenomena lubang raksasa yang terjadi di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah kini terus mengalami perluasan.

Hasil pemantauan tim geologi menunjukkan area lubang telah mencapai lebih dari 30.000 meter persegi (sekitar 3 hektare) dan berpotensi terus melebar jika tidak dilakukan langkah mitigasi terpadu.
Fenomena ini telah terjadi secara bertahap sejak awal 2000-an dan semakin nyata terlihat dalam beberapa tahun terakhir.

Badan Geologi, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mengidentifikasi proses ini sebagai pergerakan tanah atau longsor lambat (slow moving landslide), bukan sebagai lubang runtuh mendadak (sinkhole) akibat erosi bawah tanah.

Penyebab Terbentuknya Lubang
Menurut laporan tim geologi, material tanah di lokasi berasal dari Formasi Geureudong, yaitu endapan vulkanik purba dari aktivitas Gunung Api Geureudong jutaan tahun lalu yang bersifat berpori dan kurang padat.

Struktur ini membuat tanah rentan jenuh air saat hujan lebat berlangsung, sehingga mempercepat terjadinya longsoran ke dalam area yang terbentuk.
Kombinasi curah hujan tinggi, struktur geologi tidak stabil, dan drainase alami yang kurang baik menjadi faktor utama yang menyebabkan tanah terus mengalami pergerakan menuju pusat lubang. Kondisi ini telah berlangsung bertahun-tahun dan memperluas area amblas.

Pengukuran awal oleh tim ahli menunjukkan bahwa lubang di beberapa titik memiliki perkiraan kedalaman mencapai sekitar 100 meter. Kedalaman ini menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas tanah di sekitar lokasi, terutama pada lereng-lereng yang berbatasan dengan jalan lintas dan area permukiman.

Dampak langsung yang telah terjadi termasuk putusnya jalur lintas utama antar kecamatan, khususnya di Jalan Blang Mancung-Simpang Balik. Kerusakan juga mulai mengancam lahan pertanian warga dan fasilitas sipil lainnya. Instalasi listrik seperti tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) milik PLN telah dipindahkan menjauh dari area berbahaya untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan mengurangi risiko gangguan layanan.

BPBD Aceh Tengah mencatat potensi kerugian jika lubang terus membesar, terutama pada sektor transportasi, ekonomi lokal, dan keselamatan warga di radius sekitar 500 meter dari pusat lubang.

Pakar geologi memperingatkan dua bahaya utama dari fenomena ini:
Pergerakan tanah lanjutan yang dapat merusak infrastruktur dan mengancam permukiman bila tidak dikendalikan.
Kondisi tanah yang tidak stabil berisiko menyebabkan longsor sekunder, terutama saat intensitas hujan tinggi dalam musim hujan seperti saat ini.

Kedua bahaya ini dapat berdampak pada keselamatan warga, aksesibilitas transportasi, serta keberlanjutan aktivitas ekonomi di wilayah sekitar jika mitigasi tidak dilakukan cepat dan terkoordinasi.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah bersama BPBD Provinsi Aceh telah mengambil langkah awal mitigasi sebagai berikut:
Pemetaan geologi terperinci dilakukan oleh tim geologi dari Dinas ESDM Aceh bekerja sama dengan Badan Geologi untuk mengetahui karakteristik tanah dan arah pergerakan tanah.

Penetapan zona bahaya dan evakuasi area berisiko tinggi, termasuk pembatasan akses kendaraan dan masyarakat di sekitar lubang.
Relokasi infrastruktur penting, seperti jaringan listrik dan jalur transportasi yang terancam oleh perluasan amblas.
Penyuluhan dan sosialisasi mitigasi risiko bencana kepada masyarakat melalui posko BPBD setempat, termasuk rencana evakuasi bila diperlukan.

Koordinasi lintas instansi, termasuk BMKG untuk memantau curah hujan, dan Kementerian PUPR untuk rencana struktur penahan tanah jangka panjang.
Pemerintah daerah menyatakan akan memperkuat upaya mitigasi teknis, seperti studi stabilitas tanah lanjutan, pembangunan struktur penahan lereng (retaining structures), serta optimalisasi saluran air untuk mengurangi akumulasi air tanah di area kritis.

(Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini