Kabarindo24jam.com | Tegal, Jawa Tengah – Bencana tanah bergerak melanda Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal sejak awal minggu ini dan mencapai puncak pada Senin malam hingga Selasa (2–3/2/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Kabupaten Tegal.

Pergerakan tanah menyebabkan kerusakan signifikan pada permukiman warga dan fasilitas umum di sejumlah titik permukiman desa setempat.
Menurut hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, sebanyak 104 unit rumah warga mengalami kerusakan fisik, mulai dari retakan struktural hingga roboh.
Diperkirakan sekitar 150 kepala keluarga atau sekitar 470 jiwa terdampak langsung oleh bencana tanah bergerak ini.

Selain rumah warga, sejumlah fasilitas pendidikan dan publik turut terdampak. Di antaranya SD Negeri Padasari 01, SMA & Pondok Pesantren Al-Adalah, PAUD Al-Muna Padasari, MI Padasari, MDTA Nurul Atfal, serta fasilitas kesehatan lokal seperti Polindes Padasari dilaporkan mengalami kerusakan akibat pergeseran tanah.
Pergeseran tanah juga memengaruhi infrastruktur desa, termasuk beberapa titik jalan desa dan jalan kabupaten, satu bendung irigasi, serta jembatan desa yang rusak, sehingga menghambat akses mobilitas warga.
Peristiwa tanah bergerak ini dipicu oleh intensitas hujan tinggi yang turun sejak siang hingga malam hari, menyebabkan kejadian dimulai pada Senin (2/2) malam sekitar pukul 19.00 WIB dan masih berlanjut hingga Selasa (3/2) di beberapa area permukiman. Petugas dan warga melaporkan retakan tanah muncul secara bertahap sebelum pergeseran tanah lebih luas terjadi.
Menindaklanjuti kejadian ini, BPBD Kabupaten Tegal bersama muspika setempat telah melakukan asesmen lokasi dan koordinasi penanganan darurat, termasuk persiapan posko pengungsian dan dapur umum untuk warga terdampak. Beberapa warga yang rumahnya tidak layak huni telah dipindahkan ke area aman sementara.
Pihak berwenang juga memperluas pemantauan di lereng kawasan terdampak untuk mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan, serta menghimbau warga untuk tetap waspada terutama saat hujan masih berpotensi turun dengan intensitas tinggi.
Hingga informasi terakhir, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dari bencana ini. Penanganan saat kejadian difokuskan pada penyelamatan dan evakuasi warga untuk mencegah risiko cedera saat tanah bergerak terus berlangsung.
(Ls/*)





