Salju Ekstrim Dua Pekan Terakhir Guncang Jepang, Ratusan Orang Terdampak

0
202

Kabarindo24jam.com | Niigata, Jepang — Gelombang salju lebat yang melanda Jepang sejak akhir Januari 2026 menimbulkan korban jiwa serta kerusakan di berbagai daerah, terutama di wilayah pesisir Laut Jepang seperti Prefektur Niigata. Cuaca ekstrem ini menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat sekaligus memicu peringatan kewaspadaan dari otoritas setempat.

Berdasarkan data resmi penanggulangan bencana, kondisi salju berat yang berlangsung sejak sekitar 20 Januari telah mengakibatkan sekitar 30 hingga 35 orang meninggal dunia secara nasional serta ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Laporan terbaru juga mencatat lebih dari 350 orang terluka, dengan sebagian dalam kondisi serius, seiring dampak cuaca musim dingin yang meluas ke sedikitnya belasan prefektur.

Niigata menjadi wilayah dengan korban terbanyak, mencatat sekitar 12 kematian selama periode badai salju tersebut.

Selain korban manusia, cuaca ekstrem turut menyebabkan kerusakan properti, termasuk puluhan bangunan tempat tinggal yang terdampak akibat tekanan timbunan salju atau kondisi terkait.

Sebagian besar korban dilaporkan terjadi bukan karena badai secara langsung, melainkan akibat aktivitas pembersihan salju seperti jatuh dari atap, kecelakaan alat pembersih, atau gangguan kesehatan saat bekerja di suhu rendah.

Fenomena cuaca ini dipicu pola tekanan musim dingin yang membawa hujan salju intens di wilayah utara dan barat Jepang, dengan akumulasi mencapai beberapa meter di sejumlah lokasi.

Hingga 5 Februari 2026, dampak gelombang salju lebat yang melanda Jepang sejak akhir Januari masih berlanjut di berbagai wilayah, khususnya di sepanjang pesisir Laut Jepang.

Data otoritas penanggulangan bencana mencatat puluhan korban jiwa akibat kondisi tersebut, dengan jumlah kematian mencapai sekitar 38 orang di sembilan prefektur, termasuk Niigata sebagai wilayah paling terdampak.

Salju tebal juga menyebabkan ratusan orang terluka, sebagian besar terkait kecelakaan saat membersihkan salju dari atap atau terpeleset di permukaan licin, serta mengganggu transportasi dan aktivitas masyarakat. Otoritas meteorologi memperingatkan potensi akumulasi salju tambahan dalam beberapa hari ke depan, disertai risiko longsoran, runtuhan salju dari atap bangunan, hingga kemungkinan kerusakan struktur bangunan, sehingga warga diminta tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung..

(Ls/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini