Program Hutan Kota Bupati Bogor, Sudah 30 Kecamatan Siap Lahan 1 Hektar

0
42

Kabarindo24jam.com | Cisarua – Bupati Bogor Rudy Susmanto mengungkap sebanyak 30 kecamatan sudah siap menciptakan hutan kota seluas 1 hektar dan sebagian diantara telah melakukan penanaman pohon. Sementara 10 kecamatan lainnya, hingga masih terkendala ketersediaan lahan sehingga untuk kegiatan penanaman pohon masih dalam tahap persiapan dan perencanaan.

“30 kecamatan itu sudah tersedia lahan untuk hutan kota, 10 lagi sedang berproses,” ujar Rudy Susmanto saat kegiatan penanaman pohon di kawasan Puncak, Kamis (5/2/2026). Ia mengakui, 10 kecamatan belum siap karena masih menghadapi kendala lahan. Namun, Pemerintah Kabupaten Bogor akan membantu mencarikan solusi melalui komunikasi dan koordinasi lintas pihak.

Rudy menegaskan, program satu kecamatan satu hutan akan terus dilanjutkan hingga ke tingkat desa. Setelah seluruh kecamatan memiliki hutan kota, pemerintah akan mendorong program satu desa satu hutan. “Kalau satu kecamatan satu hutan sudah terwujud, saya akan dorong satu desa satu hutan,” ungkapnya.

Program ini menargetkan sekitar 40 hektare hutan kota dan 220 hektare lahan untuk ditanami pepohonan. Menurut Rudy, upaya ini merupakan investasi lingkungan jangka panjang bagi generasi mendatang. “Ini warisan untuk anak cucu kita. Kabupaten Bogor harus kembali hijau,” imbuh Rudy.

Sebelumnya Kepala Bidang Tata Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Robby Ruhyadi mengungkap bahwa Pemkab Bogor telah menetapkan program penanaman satu hektar hutan kota di setiap kecamatan untuk memberi ruang hijau, udara lebih bersih, dan lingkungan sehat bagi warga, melalui Instruksi Bupati Nomor 100.4.4.2/910-DLH ditandatangani pada 31 Desember 2025.

“Kebijakan ini sebagai jawaban atas perubahan iklim yang berdampak pada kualitas udara, risiko banjir, dan kenyamanan hidup masyarakat. Instruksi tersebut mewajibkan seluruh perangkat daerah bergerak serentak mulai Januari 2026 hingga penanaman serentak se-Kabupaten Bogor pada 5/6/2026 bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,” kata Robby.

Dalam hal ini, lanjut Robby, Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika ditunjuk sebagai koordinator utama yang mengendalikan program, menyusun laporan bulanan, dan memfasilitasi nota kesepahaman dengan PTPN I Regional Dua serta PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Sementara DLH menjalankan pendampingan teknis dan evaluasi lapangan agar penanaman tepat lokasi, tepat jenis, dan memberi manfaat ekologis jangka panjang bagi warga sekitar. Kemudian para camat bertanggung jawab menyediakan lahan minimal satu hektar hutan kota serta menggalang pendanaan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan di wilayahnya.

Selanjutnya, Satuan Kerja Perangkat Daerah dan Badan Usaha Milik Daerah membantu kecamatan binaan dengan penyediaan bibit, sarana, dan prasarana, sehingga program berjalan tanpa menunggu anggaran baru.

“Adapun jenis tanaman yang bisa ditanam meliputi Jabon, Balsa, dan Albasia untuk penyerapan karbon cepat, Pulai dan Kemang sebagai identitas lokal, serta pohon buah yang dapat dimanfaatkan warga,” imbuh Robby. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini