Kabarindo24jam.com | San Juan de Urabá, Antioquia | — Sedikitnya 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 120.000 warga terdampak setelah banjir serta tanah longsor melanda sejumlah wilayah Kolombia selama sepekan terakhir, dipicu hujan deras yang melampaui catatan historis untuk bulan Februari.
Bencana hidrometeorologi tersebut terjadi di berbagai wilayah, termasuk Córdoba, La Guajira, Sucre, Magdalena, Chocó, dan Antioquia. Hujan berkepanjangan menyebabkan luapan air, genangan luas, serta longsor yang merusak permukiman dan memaksa penduduk meninggalkan rumah mereka.

Data otoritas penanggulangan bencana menunjukkan curah hujan di sebagian wilayah meningkat drastis, bahkan hingga sekitar 1.600 persen dibanding kondisi normal untuk periode ini. Akibatnya, lebih dari 40.000 hektare lahan dilaporkan terendam air dan jaringan layanan publik mengalami dampak kerusakan.
Di beberapa wilayah, banjir merendam kawasan permukiman hingga memutus akses transportasi, sementara fasilitas penampungan darurat dilaporkan mencapai kapasitas maksimum dengan kebutuhan logistik dasar meningkat.
Gangguan kesehatan terkait sanitasi dan air bersih juga dilaporkan muncul di lokasi pengungsian.

Badan meteorologi setempat menyebut fenomena cuaca dipengaruhi front dingin dari kawasan Karibia yang memicu peningkatan intensitas hujan di atas rata-rata, dan peringatan risiko banjir serta longsor tambahan masih diberlakukan di sejumlah departemen.
Pemerintah Kolombia dijadwalkan membahas langkah respons lanjutan, termasuk kemungkinan status darurat ekonomi untuk mempercepat penyaluran bantuan dan pemulihan wilayah terdampak.
Hingga laporan terakhir, operasi tanggap darurat masih berlangsung dengan fokus pada evakuasi warga, distribusi bantuan, serta penilaian kerusakan.
Otoritas memperingatkan kondisi dapat berkembang seiring potensi hujan lanjutan dalam beberapa hari ke depan.
(Ls/*)





