Jika Negoisasi Lancar, Kapal Induk Pertama Indonesia Akan Hadir Menjelang HUT TNI 2026

0
10

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengungkapkan jika negoisasi yang dilakukan Kementerian Pertahanan RI dengan Angkatan Laut Italia berjalan mulus, maka kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi, ditargetkan tiba di Tanah Air sebelum HUT TNI pada 5 Oktober 2026.

“Untuk Kapal Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI,” kata Ali saat jumpa pers di Markas Puspom AL, Jakarta Pusat, Kamis (12/2/2026). KSAL Ali menjelaskan hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan negosiasi dengan galang kapal Italia Fincantieri selaku pihak yang memproduksi Garibaldi.

Dia melanjutkan, negoisasi antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Italia selaku pihak yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut hingga saat ini juga masih berlangsung. Namun demikian, Ali tidak menjelaskan secara terperinci seperti apa proses negoisasi yang saat ini masih berlangsung.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul menyebut TNI AL menghadirkan kapal induk Giuseppe Garibaldi untuk kepentingan misi operasi militer selain perang (OMSP). “Kapal Induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP,” kata Tunggul.

OMSP merupakan misi kemanusiaan yang kerap dilakukan TNI dalam situasi darurat seperti membantu warga dalam proses evakuasi saat bencana alam ataupun kecelakaan dalam skala besar. Tidak hanya itu, pengiriman prajurit perdamaian ke daerah-daerah konflik juga dikategorikan sebagai OMSP.

Menurut Tunggul, kapal tersebut cocok untuk misi OMSP karena dapat mengangkut kebutuhan logistik dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, kapal tersebut juga memiliki daya jelajah yang tinggi dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang mumpuni. Namun begitu, tidak menutup kemungkinan kapal tersebut nantinya juga dipakai untuk misi operasi perang.

Saat ini, kata Tunggul, pihaknya sedang berupaya mengakuisisi kapal induk milik AL Italia. Namun, dia tidak menjelaskan dengan rinci seperti apa proses akuisisi yang tengah berlangsung antara TNI AL dan AL Italia. Selain itu, belum juga diketahui berapa uang yang harus digelontorkan Kementerian Pertahanan untuk mengakuisisi kapal induk tersebut.

Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri. Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk 29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow/Selenia Aspide, Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 milimeter tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM. (Cok*/)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini