Kabarindo24jam.com | Cibinong — Momentum Ramadhan disebut bukan sekadar ritual spiritual, melainkan refleksi moral bagi insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hal itu disampaikan Ketua Bogor Media Siber Network (BMSN) Sofwan Ali dalam kegiatan silaturahmi dan makan bersama (cucurak) yang digelar di Rumah Makan Mak Nis, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (13/2/2026) dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadhan.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang disiplin etika, kejujuran, dan tanggung jawab moral. Sebagai insan pers, kita memiliki amanah konstitusional untuk menjaga ruang publik tetap sehat melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan mencerdaskan. Silaturahmi ini bukan sekadar tradisi, melainkan konsolidasi intelektual untuk memperkuat peran pers sebagai pilar demokrasi dan kontrol sosial yang konstruktif,” ujar Sofwan Ali.
Pertemuan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum mempererat ukhuwah Islamiah sekaligus memperkuat solidaritas antaranggota. Selain makan bersama, agenda diisi diskusi strategis terkait isu-isu aktual, arah kebijakan media ke depan, serta komitmen menjaga marwah jurnalistik yang profesional dan berintegritas.
Sofwan menegaskan, BMSN harus tetap berdiri di atas prinsip independensi dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran di tengah dinamika informasi yang kian kompleks. Menurut dia, peran pers sebagai pengawal demokrasi harus dijalankan secara bertanggung jawab.
“Kritik yang kita bangun haruslah kritik yang solutif dan berbasis data, bukan opini liar. Pers harus tetap menjadi cahaya yang menerangi, bukan api yang membakar tanpa arah,” tegasnya.
Sementara itu, Pembina BMSN Nurofik menilai tantangan media siber saat ini semakin berat seiring derasnya arus informasi di era disrupsi digital. Kondisi tersebut menuntut insan pers untuk tetap menjaga integritas dan kedalaman analisis dalam setiap pemberitaan.
“Kita hidup dalam era hiperrealitas informasi, di mana batas antara fakta dan opini kerap kabur. Oleh karena itu, insan pers dituntut memiliki kedalaman analisis, integritas moral, dan wawasan kebangsaan yang kokoh. Pers bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga arsitek kesadaran publik,” ungkap Nurofik.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga idealisme jurnalistik sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi. “Profesionalisme bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi juga kecerdasan etik dan keberpihakan pada kepentingan publik. Di sinilah peran media menjadi strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi,” tambahnya.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana akrab dan penuh kehangatan. Berbagai gagasan yang muncul dalam diskusi menegaskan tekad BSMN untuk tetap menjaga independensi, mengedepankan kebenaran, serta menjalankan peran pers secara kritis namun konstruktif di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang.
Kebersamaan yang terbangun dalam pertemuan ini juga memperlihatkan kuatnya komitmen anggota BSMN dalam merawat profesionalisme jurnalistik. Para peserta sepakat bahwa media harus tetap konsisten menghadirkan informasi yang mencerahkan, sekaligus menjadi penyeimbang dalam ruang publik melalui pemberitaan yang berintegritas. (**/)





