Wali Kota Bogor dan Wakilnya Serap Aspirasi dan Masukan lewat Diskusi Publik

0
9

Kabarindo24jam.com | Bogor kota -Menyongsong satu tahun kepemimpinannya yang jatuh pada 20 Februari 2026, Wali Kota Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota (Wawali) Jenal Mutaqin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan pihak-pihak yang telah menyuarakan pemikiran, perasaan, serta keinginan masyarakat.

Menariknya, Dedie dan Jenal bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menggelar diskusi terbuka dengan Bogor Leumpunk Club’s di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (16/2/2026). Diskusi ini dihadiri seluruh perangkat daerah Kota Bogor beserta aparatur wilayah di enam kecamatan.

Berbagai pertanyaan, masukan, dan saran serta sejumlah solusi di bidang strategis disampaikan oleh Leumpunk Club’s. Salah satu diskusi yang disampaikan adalah mengenai keluhan kondisi jalan berlubang di beberapa titik. “Dan apa yang telah disampaikan itu sama dengan pemikiran saya dan Pak Wakil,” kata Dedie.

“Jadi tingkat harapan masyarakat itu memang sangat tinggi. Tapi memang saya melihat ada hal yang perlu dikomunikasikan ke publik dan itu belum sampai. Seperti mengenai jalan, itu ada jalan provinsi dan jalan nasional,” sambung Wali Kota Dedie dalam keterangannya yang dikutip, Selasa (17/2/2026).

Kemudian, diskusi dan masukan lain yang disampaikan meliputi parkir liar. Mengenai parkir liar, Dedie Rachim mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang menyiapkan sistem pengelolaan perparkiran melalui sistem zona untuk memaksimalkan potensi pemasukan daerah bagi program pembangunan.

Kemudoan terkait persampahan, saat ini program Waste to Energy (WtE) melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sudah dalam proses lelang di kementerian dan akan segera mendapatkan pemenang lelang. Selain itu, Kota Bogor juga terus memperbanyak bank sampah yang saat ini totalnya mencapai 170 unit serta 30 TPS3R.

Dalam kaitan penambahan halte Biskita, Dedie Rachim mengatakan bahwa masukan tersebut sudah disampaikan kepada perangkat daerah sejak 2023. Ia pun meminta kepada Dinas Perhubungan (Dishub) untuk segera menindaklanjutinya.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa dalam waktu satu tahun pertama ini merupakan waktu yang singkat, karena ada berbagai kebijakan pusat yang juga harus dilaksanakan di tingkat daerah. Di akhir diskusi, Dedie memerintahkan kepada perangkat daerah dan wilayah untuk menerima dan menampung aspirasi warga serta menindaklanjutinya.

Wakil Wali Kota, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa ikhtiar tahun pertama ini terdapat berbagai dinamika dan kendala yang dihadapi, namun tetap diupayakan untuk diselesaikan. Setelah dilantik di 2025, kepala daerah menjalankan kebijakan anggaran yang sudah disusun oleh kepemimpinan sebelumnya, yang harus dilanjutkan serta dapat disesuaikan pada anggaran perubahan.

“Dan program yang kami rencanakan untuk dijalankan adalah pada 2026. Contohnya beasiswa untuk warga prasejahtera, bedah rumah yang dulu hanya Rp7 juta hingga Rp9 juta, sekarang tidak lagi, karena anggarannya lebih besar agar rumahnya kokoh. Ada juga program Sekolah Rakyat serta kebijakan program lainnya,” tutur Jenal.

Ia mengatakan bahwa sejak awal mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah hingga terpilih dan menjalankan tugas, dirinya berniat untuk mengabdi. Untuk itu, ia juga meminta seluruh jajaran Pemkot Bogor agar melakukan respons cepat dengan menerima, menampung aspirasi masyarakat, serta menjawab pertanyaan warga. (Her/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini