Komando Pertahanan Udara Nasional Miliki Aplikasi Terintegrasi Radar dan Satuan Penembak

0
33

Kabarindo24jam.com | Jakarta – Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini memiliki aplikasi Transmission Data Air Situation (TDAS) yang berada di markas Resimen Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) 1/Falatehan dan Batalion Artileri Pertahanan Udara (Yonarhanud) 10/Agni Bhuana Cakti di Jakarta Selatan.

Kerja sistem TDAS itu telah ditinjau langsung oleh Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) Marsekal Madya Andyawan Martono Putra pada Kamis (12/2/2026) lalu. Peninjauan difokuskan pada penguatan sistem komando dan kendali dalam mendukung penyelenggaraan pertahanan keamanan terpadu atas ruang udara nasional.

“Melalui simulasi tersebut, alur distribusi data sasaran udara dari radar deteksi ke unsur penindak diuji secara real-time guna memastikan kecepatan, akurasi, dan kesinambungan informasi dalam rantai komando,” kata Andyawan dalam siaran pers Pusat Penerangan TNI yang dikutip, Rabu (18/2/2026).

Diperoleh informasi, bahwa TDAS berperan sebagai penghubung data taktis antara radar pusat dan satuan penembak, sehingga setiap unsur pertahanan udara dapat bertindak dalam satu kesatuan sistem yang terintegrasi.

“Integrasi data yang andal menjadi faktor kunci dalam menghadapi potensi ancaman udara yang menuntut respons cepat dan pengambilan keputusan yang tepat,” ujar Pangkohudnas Andyawan Martono.

Adapun uji coba dilaksanakan melalui simulasi integrasi sistem pertahanan udara menggunakan guide missile Mistral. Dalam simulasi tersebut, sasaran (Lasa X) berhasil dinetralisir, yang menunjukkan efektivitas integrasi sistem dan kesiapan unsur pertahanan udara (hanud) dalam menghadapi potensi ancaman udara.

Sebagai informasi, Kohanudnas merupakan komando utama terpenting dalam kekuatan Markas Besar TNI. Kohanudnas berfungsi sebagai ‘mata dan telinga’ yang mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara yang melintasi wilayah Indonesia.

Sebagai pengawal keamanan wilayah udara Indonesia, dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, Kohanudnas didukung oleh Satuan Antariksa dan unsur pertahanan udara dari tiga matra TNI di berbagai daerah.

Diketahui, pada 26 Januari 2022 Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo menerima Alih Komando dan Pengendalian (Kodal) Kohanudnas dari Mabes TNI. Kodal Kohanudnas yang semula berada di bawah jajaran Mabes TNI dialihkan menjadi di bawah jajaran Mabesau, ditandai dengan penyerahan Pataka Kohanudnas dari Panglima TNI kepada Kasau

Namun pada 10 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto melalui Peraturan Presiden Nomor 84 Tahun 2025 meresmikan pembentukan sejumlah satuan baru, diantaranya adalah pembentukan kembali Kohanudnas, yang kini dipimpin oleh seorang perwira bintang tiga. Marsekal Madya TNI Andyawan Martono Putra P., S.I.P. dilantik menjadi Panglima Kohanudnas (Pangkohanudnas).

Pangkohanudnas melantik pejabat-pejabat utama Kohanudnas pada tanggal 16 Oktober 2025, beberapa di antaranya adalah Mayor Jenderal Trias Wijanarko sebagai Kepala Staf, Laksamana Pertama Mohammad Nazif sebagai Inspektur, dan Marsekal Pertama Nurtantio Affan sebagai Kepala Kelompok Staf Ahli. (Cok/*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini