Kabarindo24jam.com | Bogor kota – Pasar Gembrong Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, dinilai memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang luar biasa. Secara bertahap, pasar ini terus dikunjungi oleh masyarakat yang ke depan akan menjadi pusat perniagaan di wilayah Bogor Timur dan Bogor Tengah.
Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, saat membuka Festival Ramadan PGS 2026 sekaligus peresmian Koperasi Kita Bersama Sejahtera (KJKBS) di halaman Pasar Gembrong, Minggu (22/2/2026). “Kita terus mendorong dan membersihkan Pasar Bogor dan Plaza Bogor, sehingga ke depan perniagaan itu semua terkonsentrasi di sini,” ujarnya.
Dedie Rachim menambahkan, bahwa dengan keberadaan koperasi ini juga menumbuhkan dan menguatkan semangat gotong royong untuk menarik minat pengunjung berbelanja di pasar. Hal ini juga diharapkan agar masyarakat turut andil.
“Dan alhamdulillah, dari koperasi ini menginisiasi penyelenggaraan bazar, sehingga masyarakat bisa lebih tertarik untuk terus berbelanja di dalam pasar,” ujar Dedie yang dalam kegiatan tersebut didampingi oleh Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi.
Ketua Panitia Pelaksana, Rizki Nur Fadillah, mengatakan bahwa festival ini juga sebagai wujud kebahagiaan dalam menyambut bulan suci Ramadan. “Disini kita juga menampilkan berbagai seni tradisi kreasi serta berbagai produk UMKM sebagai penggerak ekonomi umat dan ekonomi kerakyatan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan gotong royong, bahu-membahu antarsesama ini dapat terus memperkuat kebersamaan dan tali persaudaraan serta membangun UMKM yang lebih mandiri. Selain itu, kegiatan Festival Ramadhan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan mempererat ukhuwah Islamiyah,
Pantau Harga Bahan Pangan
Selain datang untuk membuka acara festival Ramadhan, Wali Kota Dedie Rachim juga berkesempatan memantau ketersediaan bahan pangan di Pasar Gembrong Sukasari. Dedie Rachim dan Sekda Denny terlihat berkeliling di area pasar basah serta berbincang dengan para pedagang dan pembeli.
Dari hasil pemantauan tersebut, ketersediaan bahan pangan serta pasokan ke para pedagang di Pasar Gembrong Sukasari aman. “Sejauh ini pasokan dan ketersediaan aman. Untuk pengiriman memang tergantung pada akomodasi, karena Kota Bogor bukan produsen, sehingga barang yang dikirim berasal dari daerah lain,” ucapnya.
Kondisi tersebut juga memengaruhi fluktuasi harga bahan pangan, selain faktor cuaca. Saat ini stabilitas harga bahan pangan di Pasar Gembrong Sukasari sebagian besar normal dan stabil. Meski beberapa komoditas mengalami kenaikan, namun tidak ada kenaikan signifikan.
“Iya, sebagian masih normal, sama seperti sebelumnya. Namun memang beberapa komoditas mengalami kenaikan, terutama daging dan cabai, karena sangat tergantung pada cuaca. Untuk daging juga sangat tergantung pada distribusi dari beberapa daerah,” ujarnya.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, mengatakan bahwa harga daging sapi yang biasanya Rp120 ribu kini berada pada angka Rp150 ribu per kilogram. Sementara itu, harga daging ayam yang biasanya Rp32 ribu kini menjadi Rp40 ribu, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp48 ribu. “Namun secara keseluruhan harga stabil dan stok tersedia aman,” ujarnya. (Man)





