Kabarindo24jam.com | Teheran, Iran — Pada 2 Maret 2026, konflik militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran memasuki fase baru dengan serangan udara dan rudal yang terus berlangsung, menyusul operasi militer besar yang diluncurkan pada 28 Februari 2026.
Serangan dan Sasaran Udara Terbaru
Iran melaporkan bahwa fasilitas nuklirnya di Natanz menjadi sasaran serangan udara yang dilakukan oleh pasukan AS dan Israel. Ini termasuk kompleks yang dilindungi di bawah pengawasan internasional, menurut pernyataan Iran kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Serangan lain dilaporkan terus menghantam beberapa lokasi strategis di Tehran dan provinsi lain, termasuk instalasi militer dan infrastruktur pertahanan Iran.
Dampak dan Korban
Total korban dalam serangan awal pada akhir Februari dilaporkan ratusan tewas dan luka-luka di Iran akibat gelombang serangan udara oleh AS dan Israel. Kekerasan ini dilaporkan terjadi di puluhan provinsi, termasuk tewasnya sejumlah komandan militer Iran.
Sebuah rumah sakit di Tehran mengalami kerusakan berat dari serangan, dengan laporan banyak pasien dan staf terdampak — termasuk bayi terluka dan fasilitas nyaris runtuh. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan bahwa fasilitas medis harus dilindungi sesuai hukum humaniter internasional.

Retaliasi dan Perluasan Konflik
Iran telah melancarkan serangan rudal balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah, menurut pernyataan resmi IRGC. Serangan ini diklaim mengenai puluhan titik, termasuk pangkalan udara dan fasilitas militer di Israel.
Kalbar
Konflik turut meluas ke wilayah lain; Beirut dan sebagian wilayah selatan Lebanon menyaksikan serangan oleh Hezbollah terhadap Israel, yang selanjutnya dibalas oleh pasukan Israel di kawasan tersebut.
Situasi Politik dan Militer
Hubungan permusuhan makin intens setelah serangkaian serangan oleh AS dan Israel yang memuncak pada akhir Februari. Menurut laporan, serangan ini termasuk upaya menghantam struktur komando militer Iran serta sistem pertahanan udara, menandakan peningkatan drastis skala konflik.
Kondisi Regional dan Global
Konsekuensi konflik terasa di luar Iran; serangan rudal dan drone oleh Iran mengenai beberapa negara di kawasan Teluk, di samping penutupan wilayah udara dan pembatalan penerbangan oleh beberapa maskapai akibat ancaman keamanan.

Ketidakpastian dan ketegangan di Timur Tengah terus meningkat, dengan ancaman terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz serta harga energi global yang fluktuatif sebagai salah satu dampaknya.
Status Terkini per 2 Maret 2026
Serangan lini udara terbaru masih berlangsung.
Iran dan sekutunya melakukan serangan rudal balasan ke Israel dan pangkalan AS.
Konflik kini telah meluas ke wilayah Lebanon dan seluruh Timur Tengah.
Jumlah korban dan kerusakan terus diperbarui oleh berbagai pihak, sementara situasi lapangan tetap sangat dinamis.
(Ls/*)





