Kabarindo24jam.com | Jakarta – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) saat ini terus meningkatkan kesiagaan di berbagai lini, mulai dari pemulihan operasional penerbangan di wilayah rawan Papua, penguatan ideologi Pancasila bagi personel, hingga memastikan kesiapan alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk tanggap bencana.
Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Silas Papare, Marsekal Pertama (Marsma) TNI Mokhamad Mukhson, menyatakan kesiapan TNI AU melalui Satgas Kopasgat untuk mengamankan 11 lapangan terbang (lapter) di Tanah Papua yang sebelumnya ditutup oleh Kementerian Perhubungan.
Penutupan ini merupakan dampak dari aksi penembakan brutal oleh kelompok bersenjata pimpinan Elkius Kobak terhadap pesawat Smart Air (PK-SNR) di Lapter Korowai, Boven Digoel, yang gugur menewaskan Pilot Kapten Enggo dan Co-pilot Kapten Baskoro pada Rabu (12/2/2026) lalu.
Ke-11 lapter yang direkomendasikan untuk dibuka kembali meliputi Korowai Batu, Bomakia, Yaniruma, Manggelum, Kapiraya, Iwur, Fawi, Dagai, Aboy, Teraplu, dan Beoga. “Dengan adanya jaminan keamanan ini, kami berharap operasional lapter kembali normal sehingga pelayanan mobilitas masyarakat dapat terlayani dengan baik,” ujar Marsma Mukhson di Jayapura, Senin.
Sejalan dengan tugas operasional di lapangan, Mabes TNI AU juga fokus membentengi mental prajurit dari paham radikalisme. Melalui Dinas Pembinaan Mental (Disbintalau), TNI AU resmi menjalin kerja sama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) pada Jumat (20/2).
Kadispenau Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan bahwa kerja sama ini mencakup tiga poin utama, yaitu Sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila secara terstruktur, dan penyiapan pengajar internal TNI AU dengan standar kurikulum BPIP.
Dan terakhir, pelaksanaan program Training of Trainers (ToT) bagi perwira untuk mencetak instruktur profesional. Langkah ini diambil agar prajurit memiliki jiwa nasionalisme yang kuat dan integritas tinggi dalam menjalankan tugas negara.
D sisi kesiapan armada, Menko Polkam Jenderal TNI Purn Djamari Chaniago juga telah melakukan peninjauan langsung ke Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, akhir pekan kemarin. Djamari menekankan pentingnya kondisi alutsista yang prima, seperti pesawat Hercules dan Super Tucano, untuk mendukung Operasi Militer Selain Perang (OMSP), khususnya penanganan bencana alam.
“Bencana bisa terjadi kapan saja. TNI AU harus mampu memproyeksikan kekuatan secara cepat, seperti yang telah dilakukan di Aceh dan Sumatera,” tegas Djamari seraya berpesan agar seluruh prajurit menjaga kebugaran fisik dan kesehatan agar selalu siap saat instruksi penugasan tiba. (Cok/*)





