Kabarindo24jam.com | Tehran, 3 Maret 2026 — Konflik berskala besar di Timur Tengah antara koalisi Amerika Serikat dan Israel dengan Republik Islam Iran memasuki hari keempat, setelah serangkaian serangan udara yang menargetkan infrastruktur militer dan kepemimpinan Iran.
Pihak Iran dan sumber militer internasional melaporkan sejumlah pejabat tinggi Iran tewas akibat serangan tersebut. Serangan Udara dan Korban Pejabat Tinggi
Menurut pernyataan militer Israel yang dikutip dalam laporan internasional, Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan Iran, tewas dalam serangan udara pada 28 Februari 2026 dalam gelombang awal operasi militer bersama antara Amerika Serikat dan Israel.
Sejumlah pejabat militer tinggi lainnya juga dilaporkan tewas dalam serangan yang sama, termasuk komandan senior di Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) dan pejabat intelijen militer.
Lembaga kemanusiaan di Iran dan media internasional melaporkan bahwa ratusan warga tewas akibat serangan yang berlangsung di berbagai kota di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Angka korban jiwa terus meningkat akibat gelombang serangan udara dan serangan balasan.
Dalam beberapa hari terakhir, Iran telah melancarkan rudal dan drone ke wilayah Israel dan fasilitas militer serta kedutaan negara-negara yang menjadi sekutu AS di kawasan Teluk, menyebabkan respons militer dan evakuasi di beberapa lokasi.
Serangan di wilayah Teluk ini termasuk laporan serangan drone terhadap Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi, serta insiden serupa yang mempengaruhi fasilitas di Kuwait.
Konflik ini telah melibatkan aktor militer dan proxy dari beberapa negara di kawasan, termasuk kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan Iran di Lebanon dan wilayah lain, yang kemudian memicu respons militer dari Israel.
Analisis intelijen asing juga memperingatkan kemungkinan serangan lanjutan terhadap kepentingan militer Amerika Serikat dalam beberapa bentuk, termasuk upaya balasan yang terkoordinasi.
Publikasi ini hanya memuat pernyataan resmi dan laporan media internasional yang kredibel.
Tidak ada opini atau klaim spekulatif disertakan.
Peristiwa ini masih berlangsung dan informasi lanjutan dapat berubah berdasarkan konfirmasi pihak berwenang dan lembaga independen.
(Ls/*)







