Arus Liburan,One Way Puncak Diterapkan, Cikidang macet 14 jam

Oplus_131072

Kabarindo24jam.com | Jabar – Kondisi lalu lintas di sejumlah jalur wisata Jawa Barat mulai menunjukkan dinamika berbeda pada H+3 Lebaran 2026. Di tengah penurunan volume kendaraan menuju kawasan Puncak, aparat kepolisian tetap memberlakukan rekayasa arus untuk menjaga kelancaran perjalanan wisatawan dan arus balik.

Di wilayah Sukabumi, kepadatan sempat terjadi di jalur arteri Simpang Cikidang yang menyebabkan kemacetan 14 jam. Polisi mencatat kemacetan panjang dipicu oleh karakter jalan yang menanjak ekstrem, sehingga sejumlah kendaraan mengalami hambatan hingga berhenti dan menimbulkan antrean panjang.

Bacaan Lainnya

Rekayasa lalu lintas sistem satu arah (one way) dari arah Jakarta menuju Puncak diberlakukan sejak pukul 08.00 WIB untuk mengakomodasi arus wisatawan. Meski demikian, pantauan di Simpang Gadog, Selasa (24/3/2026), masih ditemukan sejumlah pengendara mobil yang nekat melaju melawan arah menuju Puncak hingga akhirnya dihentikan petugas.

Sempat terjadi adu argumen antara pengendara dan polisi di lapangan. Namun, situasi dapat dikendalikan dan kendaraan yang melanggar diarahkan untuk memutar balik serta masuk ke jalur Tol Jagorawi. Di sisi lain, arus kendaraan dari arah Puncak menuju Jakarta terpantau ramai lancar di kawasan tersebut.

Kasat Lantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto menyebutkan, terjadi penurunan volume kendaraan menuju Puncak sekitar 25 persen dibandingkan H+2 Lebaran per pukul 09.00 WIB. “Untuk penurunannya dibandingkan hari kemarin sekitar 25% yang arus dari Jakarta menuju ke Puncak,” kata Afif. Ia menegaskan, penerapan one way dilakukan guna mengurai kepadatan kendaraan wisata.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Sukabumi AKP Abdurrohman Hidayat memastikan arus di jalur Cikidang telah kembali normal setelah dilakukan penguraian hingga dini hari. “Penyebabnya jalur Cikidang sendiri jalurnya nanjak sangat ekstrem, sehingga ditemukan beberapa kendaraan mengalami hambatan saat menanjak, berhenti, dan mengganggu arus lalu lintas yang mengekor sampai ke bawah,” ujarnya. Ia menambahkan, kondisi berbeda terlihat di Simpang Ratu yang relatif lebih lancar karena didukung jalur yang lebih lebar dan mampu menampung volume kendaraan. (Man*/)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *