Diane Parry Juara WTA Monterrey 2026, Raih Gelar WTA Pertama Setelah Taklukkan Elise Mertens

Kabarindo24jam.com | MONTERREY – Petenis Prancis Diane Parry menutup perjalanan impresifnya di Abierto GNP Seguros 2026 dengan meraih gelar tunggal WTA pertama dalam kariernya. Parry mengalahkan unggulan kedua asal Belgia, Elise Mertens, dalam pertandingan final di lapangan keras Monterrey, Meksiko, Sabtu (29/8/2026), dengan skor 6-4, 0-6, 6-3. Turnamen tersebut merupakan ajang WTA 500.

Kemenangan tersebut sekaligus menjadi trofi WTA Tour level utama pertama bagi Parry. Petenis berusia 23 tahun itu juga tampil di final WTA untuk pertama kalinya. Parry Bangkit Setelah Dihantam 0-6
Parry memulai pertandingan dengan meyakinkan. Ia sempat membangun keunggulan 4-1 sebelum Mertens memberikan perlawanan dan memperkecil jarak.

Bacaan Lainnya

Parry akhirnya mampu mengamankan set pertama dengan skor 6-4. Memasuki set kedua, situasi berubah drastis. Mertens mengambil kendali permainan dan tidak memberikan kesempatan kepada Parry untuk mengembangkan ritmenya. Petenis Belgia tersebut merebut set kedua dengan skor telak 6-0, sekaligus memaksakan pertandingan memasuki set penentuan.

Parry kemudian menunjukkan ketahanan mental pada set ketiga. Ia kembali mendapatkan momentum dan membangun keunggulan 5-1.
Mertens sempat memberikan perlawanan dan memperkecil ketertinggalan, tetapi Parry mampu mempertahankan keunggulannya hingga menutup pertandingan 6-3.

Data pertandingan menunjukkan Parry mencatat 6 ace, sedangkan Mertens menghasilkan 7 ace.
Parry memanfaatkan 4 dari 8 peluang break point, sementara Mertens mengonversi 5 dari 17 peluang break point. Dalam servis, Parry memasukkan 53 persen servis pertamanya dan memenangkan 66 persen poin dari servis pertama tersebut.

Mertens mencatat persentase servis pertama 59 persen dengan 78 persen poin dimenangkannya dari servis pertama. Salah satu senjata penting Parry sepanjang pertandingan adalah pukulan forehand.

WTA mencatat Parry menghasilkan 21 forehand winners dalam kemenangan atas Mertens. Perjalanan Parry Menuju Gelar
Perjalanan Parry di Monterrey berlangsung cukup berat.
Di babak kedua, ia harus bangkit setelah kehilangan set pertama untuk mengalahkan unggulan keenam Donna Vekic dengan skor 6-7(5), 6-4, 6-1.

Pada babak 16 besar, Parry mengalahkan Oleksandra Oliynykova 6-4, 7-6(3).
Di perempat final, ia menundukkan unggulan Denmark Clara Tauson 6-3, 7-5.
Tantangan berikutnya datang dari unggulan kelima asal Amerika Serikat, Ann Li, pada semifinal.

Parry kembali tampil solid dan menang 7-6(7), 6-4 dalam waktu 2 jam 3 menit untuk mencapai final WTA Tour pertamanya. Di partai puncak, ia kemudian menuntaskan kejutan dengan menaklukkan Mertens dalam tiga set. Bagi Mertens, final Monterrey merupakan final tunggal WTA ke-17 dalam kariernya dan yang pertama pada musim 2026.

Petenis berusia 30 tahun tersebut mencapai partai puncak setelah bangkit dari ketertinggalan satu set dan 0-3 untuk mengalahkan petenis Ceko Nikola Bartunkova di semifinal dengan skor 1-6, 6-4, 6-2.
Perjuangan panjang tersebut belum berakhir dengan trofi.

Mertens harus mengakui keunggulan Parry pada pertandingan final.
Dua Kemenangan Beruntun atas Mertens Gelar Monterrey juga memperkuat momentum Parry setelah sebelumnya ia mengalahkan Mertens pada Cincinnati Open 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Parry menang setelah bangkit dari kekalahan set pertama dengan skor 2-6, 6-2, 6-2.
Dengan kemenangan di Monterrey, Parry kini mencatat dua kemenangan beruntun atas Mertens dalam dua turnamen WTA berturut-turut.

Parry memasuki Monterrey sebagai petenis peringkat 50 dunia, sementara Mertens berstatus peringkat 24 dunia.
Gelar ini menjadi pencapaian penting bagi Parry sekaligus modal menuju US Open 2026, yang menjadi agenda Grand Slam berikutnya.

Menurut jadwal yang tersedia setelah Monterrey, Parry dijadwalkan menghadapi petenis Swiss Viktorija Golubic pada putaran pertama US Open. Bagi Parry, perjalanan di Monterrey berakhir dengan pencapaian terbesar dalam kariernya di level WTA: gelar tunggal WTA pertama.

(Ls/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *