Kabarindo24jam.com | JAKARTA – Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 tercatat oleh United States Geological Survey (USGS) di wilayah sekitar 77 kilometer selatan-barat daya (SSW) Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2026) malam.
Data USGS mencatat kejadian tersebut pada pukul 14.06.07 UTC atau sekitar 21.06 WIB, dengan kedalaman 91,9 kilometer. USGS menempatkan episentrum gempa pada wilayah 77 kilometer SSW Sibolga dan mencatat magnitudo 5,2 dengan tipe magnitudo mb. Status solusi gempa pada laman USGS tercatat “Reviewed”, yang berarti parameter tersebut telah melalui peninjauan seismolog.
Hasil pengecekan silang menunjukkan adanya perbedaan parameter antara USGS dan BMKG. Pada sekitar waktu yang sama, BMKG mencatat gempa pada pukul 21.06.05 WIB dengan magnitudo 4,7, berlokasi di laut sekitar 80 kilometer timur Nias, pada kedalaman 28 kilometer.
Perbedaan tersebut penting dicatat karena parameter gempa pada jaringan seismologi dapat berbeda antarlembaga akibat perbedaan jaringan sensor, metode pengolahan, serta pembaruan analisis.
Karena itu, angka magnitudo, kedalaman dan lokasi sebaiknya disebut berdasarkan sumber masing-masing dan tidak dicampur menjadi satu parameter seolah-olah identik.
Dalam data BMKG yang diperiksa, gempa pukul 21.06 WIB tersebut masuk dalam daftar gempa dirasakan. BMKG menyebut pusat gempa berada di laut 80 kilometer timur Nias dan mencatat magnitudo 4,7 dengan kedalaman 28 kilometer.
Sementara itu, USGS memberikan lokasi yang berbeda, yakni 77 kilometer SSW Sibolga, dengan kedalaman hampir 92 kilometer. Laman USGS juga mencatat waktu kejadian 14.06.07 UTC atau 21.06.07 WIB.
Pengecekan terhadap kanal EMSC belum menemukan halaman kejadian yang secara independen memuat parameter M5,2, 77 kilometer SSW Sibolga pada 5 September 2026 pukul 14.06 UTC. Data EMSC yang muncul untuk gempa Indonesia pada periode terdekat justru mencatat kejadian lain, yakni gempa M5,2 di wilayah Jawa pada 4 September 2026 pukul 05.05.03 UTC.
Dengan demikian, informasi mengenai gempa M5,2 di sekitar Sibolga terkonfirmasi sebagai catatan USGS, tetapi belum tepat disebut sebagai parameter yang telah dikonfirmasi bersama oleh BMKG dan EMSC.
BMKG memiliki catatan gempa pada waktu yang hampir bersamaan dengan parameter yang berbeda..Untuk aspek tsunami, hasil penelusuran yang tersedia tidak menunjukkan adanya pernyataan peringatan tsunami dari BMKG terkait gempa M5,2 versi USGS tersebut. Laman BMKG yang diperiksa menampilkan kejadian M4,7 pukul 21.06 WIB sebagai gempa dirasakan, bukan sebagai informasi gempa berpotensi tsunami.
BMKG sendiri menegaskan bahwa parameter gempa pada menit-menit awal dapat berubah sebelum dianalisis atau diperbarui oleh ahli seismologi.
Gempa M5,2 pada 5 September 2026 pukul 21.06 WIB di sekitar 77 kilometer SSW Sibolga tercatat dan berstatus reviewed di USGS. Akan tetapi, BMKG mencatat kejadian pada waktu yang hampir sama dengan parameter M4,7, 80 kilometer timur Nias, kedalaman 28 kilometer. Dengan adanya perbedaan tersebut, informasi paling aman dan faktual adalah menyebut sumber masing-masing serta menunggu pemutakhiran parameter resmi apabila terjadi revisi.
(Ls/*)







