Kabarindo24jam.com|WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut Presiden China Xi Jinping di Joint Base Andrews, Maryland, Rabu (23/9/2026), dalam pembukaan kunjungan kenegaraan Xi selama tiga hari ke Amerika Serikat.
Penyambutan tersebut berlangsung dengan upacara militer yang melibatkan pasukan kehormatan, musik militer, penghormatan resmi, serta penerbangan dua pesawat pembom strategis B-1B Lancer milik Angkatan Udara Amerika Serikat.
Dokumentasi resmi Angkatan Udara AS melalui Defense Visual Information Distribution Service (DVIDS) mencatat dua B-1B Lancer dari 7th Bomber Wing, Dyess Air Force Base, Texas, melakukan flyover di atas Joint Base Andrews pada 23 September selama kunjungan kenegaraan Xi.
Momen tersebut kemudian menjadi perhatian setelah suara mesin pesawat terdengar sangat keras ketika lagu kebangsaan Amerika Serikat dimainkan. Rekaman yang beredar memperlihatkan Trump bereaksi terhadap suara pesawat dengan menundukkan kepala dan menoleh ke arah penerbangan bomber.
Setelah pesawat melintas, Trump terdengar mengatakan kepada Xi, “That was really loud.” Kutipan tersebut berbeda dari versi viral yang menyebut Trump bertanya, “Was that too loud?” sehingga versi terakhir tidak sebaiknya digunakan sebagai kutipan langsung tanpa atribusi tambahan.
Xi sendiri tetap berada di samping Trump selama rangkaian upacara. Berbagai laporan visual menunjukkan perhatian Xi mengikuti penerbangan pesawat ketika bomber melintas di atas lokasi acara.
Namun khusus Data resmi AS justru menunjukkan bahwa penerbangan militer merupakan bagian dari rangkaian penghormatan dalam agenda kunjungan kenegaraan tersebut. Gedung Putih sebelumnya telah mengumumkan bahwa rangkaian kunjungan Xi memang mencakup berbagai demonstrasi dan penghormatan militer.
Untuk upacara penyambutan resmi di Gedung Putih pada Kamis (24/9), agenda yang diumumkan mencakup demonstrasi militer dan flyover yang melibatkan satu B-2 Spirit dan empat F-22 Raptor.
Kunjungan Xi berlangsung ketika Washington dan Beijing berupaya menjaga stabilitas hubungan bilateral yang masih menghadapi sejumlah persoalan. Agenda pembicaraan Trump dan Xi mencakup perdagangan, kecerdasan buatan, keamanan, serta isu strategis lain dalam hubungan Amerika Serikat-China.
Kunjungan tersebut juga berlangsung setelah pejabat ekonomi Amerika Serikat dan China menyepakati perpanjangan gencatan tarif atau trade truce. Pembahasan ekonomi menjadi salah satu bagian penting dari agenda pertemuan kedua pemimpin.
Xi datang ke Washington untuk kunjungan kenegaraan pertama seorang pemimpin China ke Gedung Putih dalam lebih dari satu dekade. Pada hari pertama, Trump memilih menyambut Xi secara langsung di landasan Joint Base Andrews, sebuah bentuk penyambutan yang tidak biasa dibandingkan pola penerimaan tamu negara di Gedung Putih.
(Lo/*)







